Akurat Logo

Pendapatan Negara Naik, Coretax Mulai Tunjukkan Hasil

Andi Syafriadi | 27 Mei 2026, 11:12 WIB
Pendapatan Negara Naik, Coretax Mulai Tunjukkan Hasil
ilustrasi Coretax

AKURAT.CO Pemerintah mulai melihat dampak positif implementasi digitalisasi perpajakan terhadap penerimaan negara pada 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemanfaatan sistem Coretax dan teknologi kecerdasan artifisial (AI) berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan optimalisasi penerimaan pajak.

Menurut Purbaya, sistem Coretax yang sebelumnya banyak dikeluhkan wajib pajak kini mulai menunjukkan perbaikan dalam proses implementasi.

Baca Juga: Purbaya: Rupiah Sentuh Rp17.800 Belum Ganggu APBN

“Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Lebih lanjut dirinya menilai penggunaan teknologi membuat proses pengawasan dan pencatatan perpajakan menjadi lebih terintegrasi sehingga potensi kebocoran penerimaan dapat ditekan.

Selain sistem perpajakan, pemerintah juga memanfaatkan AI untuk mendukung peningkatan efisiensi administrasi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Kementerian Keuangan optimistis langkah digitalisasi tersebut dapat mendukung pencapaian target pendapatan negara 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun dalam APBN.

Baca Juga: Kabar Baik Warga, Pemerintah Tebar Insentif Pajak Penulis dan Perluas Diskon Tiket Transportasi

Optimisme itu sejalan dengan realisasi pendapatan negara yang hingga April 2026 telah mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pemerintah menilai tren tersebut menunjukkan perbaikan kinerja penerimaan negara di tengah upaya restrukturisasi administrasi perpajakan dan kepabeanan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.