Akurat Logo

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi dengan Tepat

Redaksi Akurat | 1 Juni 2026, 10:21 WIB
Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi dengan Tepat
Penghasilan

AKURAT.CO Aktivitas menghitung pajak penghasilan pribadi sering dianggap rumit karena melibatkan berbagai istilah dan komponen perpajakan yang tidak sedikit.

Padahal, memahami cara menghitung pajak penghasilan pribadi penting agar setiap wajib pajak dapat mengetahui besaran pajak yang harus dibayarkan secara tepat sesuai penghasilan yang dimiliki.

Selain membantu memenuhi kewajiban perpajakan, pemahaman mengenai perhitungan pajak juga dapat membantu seseorang mengatur kondisi keuangan dengan lebih baik.

Dengan mengetahui komponen yang digunakan dalam perhitungan, proses menghitung pajak penghasilan pribadi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terarah.

Baca Juga: DJP Tegaskan Warisan Bukan Objek Pajak Penghasilan

Apa yang Dimaksud dengan Pajak Penghasilan Pribadi

Pajak penghasilan pribadi merupakan pajak yang dikenakan kepada individu atas penghasilan yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu, biasanya selama satu tahun pajak.

Penghasilan tersebut dapat berasal dari gaji, honorarium, keuntungan usaha, pekerjaan freelance, hingga sumber pendapatan lainnya yang diatur dalam ketentuan perpajakan.

Di Indonesia, setiap orang yang telah memenuhi syarat sebagai wajib pajak memiliki kewajiban untuk melaporkan dan membayar pajak penghasilan sesuai jumlah pendapatan yang dimiliki.

Besaran pajak yang dibayarkan nantinya akan dihitung berdasarkan penghasilan kena pajak setelah dikurangi komponen tertentu, seperti Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Memahami pengertian pajak penghasilan pribadi menjadi langkah awal yang penting sebelum mempelajari cara menghitung pajak secara tepat.

Dengan begitu, wajib pajak dapat lebih memahami hak dan kewajibannya dalam sistem perpajakan.

Baca Juga: Soleh Solihun Bersengketa Pajak Penghasilan Youtube, Ending-nya. . .

Komponen yang Digunakan untuk Menghitung Pajak Penghasilan

Sebelum menghitung pajak penghasilan pribadi, terdapat beberapa komponen penting yang perlu dipahami terlebih dahulu. Komponen-komponen ini digunakan untuk menentukan besaran pajak yang harus dibayarkan oleh wajib pajak.

● Penghasilan Bruto

Penghasilan bruto merupakan total pendapatan yang diterima sebelum dikurangi biaya atau potongan apapun. Penghasilan ini dapat berupa gaji pokok, tunjangan, bonus, honorarium, maupun sumber pendapatan lainnya.

● Penghasilan Neto

Penghasilan neto adalah penghasilan yang diperoleh setelah dikurangi biaya tertentu, seperti biaya jabatan, iuran pensiun, atau pengeluaran lain yang diperbolehkan dalam ketentuan perpajakan.

● Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

PTKP merupakan batas penghasilan yang tidak dikenakan pajak. Besaran PTKP dapat berbeda tergantung status pernikahan dan jumlah tanggungan yang dimiliki wajib pajak.

● Penghasilan Kena Pajak (PKP)

PKP adalah jumlah penghasilan yang sudah dikurangi PTKP dan menjadi dasar dalam perhitungan pajak penghasilan.

Jika penghasilan seseorang masih berada di bawah PTKP, maka biasanya tidak dikenakan pajak penghasilan.

● Tarif Pajak Progresif

Pajak penghasilan pribadi di Indonesia menggunakan sistem tarif progresif. Artinya, semakin besar penghasilan kena pajak seseorang, maka persentase tarif pajak yang dikenakan juga akan semakin tinggi.

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Penghasilan Pribadi

Cara menghitung pajak penghasilan pribadi dilakukan melalui beberapa langkah sederhana, mulai dari menghitung total penghasilan hingga menentukan jumlah pajak yang harus dibayarkan.

Dengan memahami urutannya, proses perhitungan pajak dapat menjadi lebih mudah dipahami.

1. Menghitung Total Penghasilan dalam Satu Tahun

Langkah pertama adalah menjumlahkan seluruh penghasilan yang diperoleh selama satu tahun.

Penghasilan tersebut dapat berupa gaji bulanan, bonus, tunjangan, honorarium, atau pendapatan tambahan lainnya.

2. Mengurangi Penghasilan dengan Biaya dan Potongan Tertentu

Setelah mengetahui total penghasilan, langkah berikutnya adalah mengurangi penghasilan tersebut dengan biaya yang diperbolehkan, seperti biaya jabatan atau iuran pensiun. Hasil pengurangan ini disebut sebagai penghasilan neto.

3. Mengurangi Penghasilan Neto dengan PTKP

Penghasilan neto kemudian dikurangi dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sesuai status wajib pajak. Hasil dari pengurangan tersebut akan menjadi Penghasilan Kena Pajak (PKP).

4. Menghitung Pajak Berdasarkan Tarif yang Berlaku

Setelah memperoleh PKP, langkah terakhir adalah menghitung pajak menggunakan tarif pajak progresif yang berlaku.

Besaran tarif akan menyesuaikan jumlah penghasilan kena pajak yang dimiliki.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki penghasilan neto sebesar Rp100.000.000 per tahun dan PTKP sebesar Rp54.000.000, maka penghasilan kena pajaknya adalah Rp46.000.000.

Jika tarif pajak yang dikenakan sebesar 5 persen, maka pajak yang harus dibayarkan adalah Rp2.300.000 per tahun.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghitung Pajak

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menghitung pajak penghasilan pribadi agar hasil perhitungan lebih tepat dan sesuai ketentuan.

● Pastikan seluruh data penghasilan dicatat dengan lengkap dan benar.

● Perhatikan potongan atau biaya yang dapat mengurangi penghasilan kena pajak.

● Cek status PTKP sesuai kondisi pribadi dan jumlah tanggungan.

● Ikuti informasi terbaru mengenai perubahan aturan dan tarif pajak.

● Gunakan aplikasi perpajakan atau konsultasi dengan ahli pajak jika diperlukan.

● Simpan dokumen pendukung seperti slip gaji atau bukti pembayaran pajak untuk mempermudah pelaporan.

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, proses menghitung pajak penghasilan pribadi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan minim kesalahan.

Memahami cara menghitung pajak penghasilan pribadi dapat membantu wajib pajak menjalankan kewajiban perpajakan dengan lebih tepat dan teratur.

Dengan mengetahui komponen perhitungan, tarif pajak, hingga cara menentukan penghasilan kena pajak, proses perhitungan pajak dapat menjadi lebih mudah dipahami.

Selain membantu kepatuhan pajak, pemahaman ini juga penting untuk perencanaan keuangan pribadi dalam jangka panjang.

Hilmah Asysyahidah (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R