Reformasi Kemenkeu Berlanjut, Budaya Silo Mulai Dikurangi

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan reformasi organisasi di lingkungan Kementerian Keuangan terus berjalan, termasuk dengan mengurangi praktik kerja yang selama ini terkotak-kotak antarunit atau dikenal sebagai silo organization.
Menurut Purbaya, kondisi Kementerian Keuangan saat ini jauh lebih adaptif dibandingkan beberapa tahun lalu. Berbagai hambatan koordinasi antar-direktorat jenderal mulai dibenahi untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas.
"Kalau ditanya dua tahun lalu apakah Kementerian Keuangan sudah agile, mungkin belum. Kalau sekarang saya pikir sudah lebih agile. Walaupun masih ada silo-silo, kita kurangi semaksimal mungkin," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin.
Baca Juga: Komisi XI Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,8 Triliun untuk 2027
Dalam organisasi, mentalitas silo merujuk pada kondisi ketika unit atau divisi bekerja secara terpisah sehingga koordinasi dan pertukaran informasi tidak berjalan optimal.
Purbaya mengakui persoalan tersebut sebelumnya menjadi tantangan di lingkungan Kementerian Keuangan. Beberapa unit kerja cenderung menjalankan fungsi masing-masing tanpa kolaborasi yang memadai.
Salah satu contoh yang disoroti adalah koordinasi antara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Menurut dia, kerja sama kedua unit tersebut kini mulai membaik setelah berbagai hambatan koordinasi dibenahi.
"Yang dulu susah sekali kerja samanya, sekarang sudah bisa dibereskan. Kita dorong agar kolaborasinya semakin baik," kata Purbaya.
Upaya memperkuat koordinasi tersebut menjadi bagian dari transformasi kelembagaan yang tengah dijalankan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan penerimaan negara, penganggaran, hingga pengawasan fiskal.
Baca Juga: Kemenkeu Usul Anggaran 2027 Tetap Rp49,8 Triliun, Ini Alasannya
Purbaya menegaskan reformasi internal akan terus dilanjutkan agar seluruh unit di Kementerian Keuangan dapat bekerja sebagai satu organisasi yang terintegrasi dan responsif terhadap tantangan ekonomi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 2Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 3Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 4Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 5Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 7Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 8Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 9Open House Sekolah Rakyat, Mensos Beri Gambaran Utuh Proses Pendidikan bagi Calon Siswa dan Orang Tua
- 10Lewat Kebijakan Strategis, Pemerintah Terus Perkuat Kepercayaan Pasar








