Menkeu Purbaya: Panda Bonds Dibuka dari USD1 Miliar

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menargetkan penerbitan surat utang Panda Bonds senilai awal USD1 miliar di pasar keuangan China sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan nilai tersebut masih bersifat awal dan berpotensi bertambah tergantung respons investor saat proses penawaran berlangsung.
"Pertama sih kita targetnya mungkin 1 miliar dolar AS, tapi kita lihat market-nya seperti apa. Kalau market-nya bisa lebih besar, kita akan perbesar," kata Purbaya melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Jumat (19/6/2026).
Baca Juga: Purbaya: AIIB Bidik Jakarta Jadi Basis Operasi Regional di Asia Tenggara
Rencana tersebut dibahas dalam rangkaian kunjungan resmi pemerintah Indonesia ke China pada 16-19 Juni 2026.
Dalam agenda tersebut, Purbaya bertemu dengan Menteri Keuangan China Lan Fo'an, pejabat People's Bank of China (PBOC), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah calon investor.
Panda Bonds merupakan instrumen surat utang yang diterbitkan pemerintah, lembaga multilateral, atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dengan denominasi yuan atau renminbi.
Instrumen tersebut memungkinkan penerbit memperoleh pendanaan langsung dari investor di China daratan.
Menurut Purbaya, pemerintah saat ini tengah menuntaskan proses perizinan yang menjadi syarat penerbitan obligasi tersebut.
PBOC disebut memberikan dukungan terhadap rencana Indonesia dan meminta proses pengajuan izin segera dilengkapi agar dapat diproses lebih cepat.
Baca Juga: Kunjungan ke Beijing, Menkeu Purbaya Dorong Diversifikasi Pembiayaan
Pemerintah menargetkan proses book building dapat dimulai setelah izin diterbitkan.
Tahapan ini akan menjadi indikator awal untuk mengukur minat investor terhadap surat utang Indonesia di pasar China.
Selain memperluas basis investor, Panda Bonds juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan agar Indonesia tidak bergantung pada satu mata uang atau satu pasar keuangan tertentu dalam memenuhi kebutuhan pendanaan pembangunan.
Penerbitan Panda Bonds juga menambah opsi pembiayaan pemerintah di tengah dinamika pasar global yang masih dipengaruhi ketidakpastian suku bunga dan volatilitas nilai tukar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









