Akurat Logo
Bank Indonesia

SAL Jadi Instrumen Likuiditas, Pemerintah Jaga Kredit Mengalir

Andi Syafriadi | 26 Juni 2026, 16:23 WIB
SAL Jadi Instrumen Likuiditas, Pemerintah Jaga Kredit Mengalir
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) tidak hanya berfungsi sebagai penyangga fiskal, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga likuiditas perbankan dan memastikan penyaluran kredit tetap berjalan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa kebijakan penempatan dana negara di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dilakukan untuk merespons kondisi likuiditas yang mulai mengetat di sektor perbankan.

“Di sana sudah mulai kekeringan likuiditas. Saya bilang ke mereka, saya akan kembalikan lagi uang pemerintah ke Himbara. Bahkan saya tambah,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Baca Juga: Pengawasan MBG Diperketat, Menkeu Purbaya: Nanti Orang-orang Saya Bakal Awasi SPPG

Lebih lanjut Purbaya menjelaskan, total penempatan dana pemerintah di Himbara kini ditingkatkan hingga mencapai Rp400 triliun. Dana tersebut berasal dari pengelolaan SAL yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia.

Menurut Purbaya, sebagian dana sebelumnya memang sempat ditempatkan di Himbara pada 2025, namun kemudian ditarik kembali sehingga tersisa sekitar Rp170 triliun sebelum kembali ditambah secara bertahap.

Pemerintah, kata dia, telah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo Subianto sebelum memutuskan penambahan penempatan dana tersebut.

“Kalau ekonominya melambat, orang takut investor keluar, kalau kita balikkan prospek ekonomi pasti balik lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Purbaya: Anggaran MBG Akan Dihemat Lagi, Nilainya Signifikan

Purbaya menambahkan, pemulihan likuiditas di sektor perbankan diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit ke sektor riil sehingga aktivitas ekonomi tetap terjaga.

Kebijakan ini juga disambut positif oleh jajaran bank-bank Himbara yang sebelumnya menyampaikan kebutuhan tambahan likuiditas untuk menjaga ekspansi kredit.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.