Menkeu Purbaya Alihkan 80 Persen Beasiswa LPDP ke Bidang STEM

AKURAT.CO Pemerintah mengarahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak hanya sebagai instrumen menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga sebagai motor pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2026 di Jakarta.
Menurut Purbaya, transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan investasi yang lebih besar pada pengembangan talenta di bidang strategis.
Baca Juga: Purbaya: Surplus Dagang 72 Bulan Jadi Modal Hadapi Gejolak Global
Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah mengubah fokus program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Mulai 2026, sekitar 80% penerima beasiswa akan diarahkan ke bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta sektor industri strategis.
Bidang yang menjadi prioritas meliputi pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), semikonduktor, hilirisasi industri, maritim, hingga manufaktur maju.
Menurut Purbaya, kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi teknologi akan semakin meningkat seiring percepatan industrialisasi nasional. Karena itu, pembangunan SDM menjadi bagian penting dalam strategi fiskal pemerintah.
"Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus didukung pembangunan SDM unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima AKURAT.CO.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Lima Langkah Perkuat Investasi Korea Selatan
Selain penguatan STEM, pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi melalui pendekatan SHARE (Social Sciences, Humanities, Arts, Religion, and Economics).
Pendekatan tersebut dinilai penting agar perkembangan teknologi tetap berpihak pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan juga memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
"Melalui Center for Public Finance Research, berbagai perguruan tinggi dilibatkan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan fiskal yang lebih akurat dan sesuai kebutuhan pembangunan," ucapnya kembali.
Oleh karena itu, Purbaya berharap penguatan kualitas SDM dan riset tersebut mampu mendukung target Indonesia menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









