Menkeu Purbaya: Aset Negara Menguat, Investasi Produktif Terus Berjalan

AKURAT.CO Pemerintah mencatat nilai aset negara mencapai Rp14.600,98 triliun hingga 31 Desember 2025. Di tengah defisit operasional dan arus kas investasi yang masih negatif, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap mendorong belanja investasi produktif sebagai penopang pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, neraca pemerintah pada akhir 2025 masih menunjukkan kondisi keuangan negara yang solid.
Selain memiliki aset sebesar Rp14.600,98 triliun, pemerintah juga mencatat kewajiban senilai Rp11.527,29 triliun dan ekuitas sebesar Rp3.073,69 triliun.
Baca Juga: OJK: BI, Kemenkeu, dan Danantara Jadi Pemegang Saham Perdana BEI
Menurut Purbaya, besaran ekuitas tersebut mencerminkan kekayaan bersih negara sekaligus kapasitas fiskal pemerintah untuk mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
"Posisi tersebut menggambarkan kekayaan bersih negara sekaligus kapasitas fiskal pemerintah dalam mendukung agenda pembangunan secara berkelanjutan," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-23 Masa Persidangan V di Jakarta, Kamis (2/7//2026).
Dari sisi laporan operasional, pemerintah membukukan pendapatan sebesar Rp3.006,42 triliun. Sementara itu, beban operasional mencapai Rp3.429,51 triliun sehingga menghasilkan defisit operasional sebesar Rp423,09 triliun.
Selain defisit operasional, aktivitas non-operasional juga mencatat defisit Rp109,91 triliun. Dengan demikian, total defisit laporan operasional pemerintah sepanjang 2025 mencapai Rp532,99 triliun.
Pada laporan arus kas, aktivitas operasi mencatat arus kas bersih negatif Rp243,90 triliun. Aktivitas investasi juga masih menunjukkan arus kas minus sebesar Rp712,07 triliun.
Namun, menurut Purbaya, kondisi tersebut justru mencerminkan kebijakan pemerintah yang tetap mengedepankan investasi produktif untuk memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
"Arus kas dari aktivitas investasi yang negatif tersebut mencerminkan kuatnya komitmen pemerintah untuk terus melakukan investasi produktif guna mendorong akselerasi pembangunan nasional," ujarnya.
Baca Juga: Kemenkeu: Pendanaan Iklim Masih Hadapi Gap 87,1 Persen
Sementara itu, aktivitas pendanaan mencatat arus kas positif sebesar Rp828,37 triliun yang membantu menopang kebutuhan pembiayaan pemerintah selama 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









