Akurat Logo

IHSG Dibuka Melemah, Saham JELI dan BACH Justru Langsung ARA

Esha Tri Wahyuni | 9 Juli 2026, 09:38 WIB
IHSG Dibuka Melemah, Saham JELI dan BACH Justru Langsung ARA
IHSG dibuka turun ke level 5.865. Di tengah pelemahan indeks, saham JELI dan BACH langsung menyentuh ARA, sementara Reliance beri empat rekomendasi.

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Namun, di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham berkapitalisasi kecil justru mencatat lonjakan tajam hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), mengindikasikan adanya rotasi dana investor ke saham-saham tertentu pada awal perdagangan.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 7,6 poin atau 0,13% ke level 5.865,76 pada pembukaan sesi I. Sepanjang menit-menit awal perdagangan, indeks bergerak di kisaran 5.842 hingga 5.870.

Aktivitas perdagangan menunjukkan sebanyak 654,23 juta saham telah berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp346,81 miliar dari 91.995 kali transaksi. Sebanyak 173 saham menguat, 228 saham melemah, sedangkan 218 saham bergerak stagnan.

Baca Juga: IHSG Tertekan, Status Indonesia di S&P Jadi Sorotan Investor Asing

Di tengah tekanan terhadap indeks, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. PT Niramas Utama Tbk (JELI) melesat 24,91% ke level Rp1.755, sementara PT Bach Multi Global Tbk (BACH) naik 24,55% menjadi Rp685. Keduanya langsung menyentuh batas ARA pada awal perdagangan.

Selain itu, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menguat 23,75% ke Rp198, PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) melonjak 20,78% menjadi Rp93, sedangkan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik 12,5% ke level Rp90.

Dari sisi teknikal, Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area support di 5.806 dan resistance di 5.934. Dalam riset hariannya, perusahaan sekuritas tersebut menyebut pola candlestick terakhir membentuk black marubozu, yang merupakan sinyal bearish.

Selain itu, posisi indeks masih berada di bawah moving average (MA) 5 dan MA20, sementara indikator Stochastic menunjukkan pola dead cross, yang mengindikasikan momentum pelemahan masih dominan.

Menariknya, tekanan di pasar domestik terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia justru bergerak positif. Pada perdagangan pagi, Indeks Nikkei 225 menguat 2,17%, sedangkan Kospi melonjak 3,56%.

Baca Juga: IHSG Diprediksi Lanjut Menguat ke 6.000, Risiko Koreksi Mengintai

Kondisi tersebut menunjukkan sentimen yang memengaruhi IHSG masih lebih banyak berasal dari faktor domestik maupun aksi selektif investor di pasar Indonesia.

Untuk perdagangan hari ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan empat saham yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni AKRA, ITMG, ESSA, dan TLKM.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.