Menkeu Purbaya: APBN Wujud Kehadiran Negara

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen fiskal, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut Purbaya, setiap kebijakan fiskal pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan publik sehingga pengelolaan APBN memerlukan aparatur yang profesional sekaligus berintegritas.
"APBN bukan sekadar tabel penerimaan dan belanja, tetapi cara negara hadir dalam kehidupan masyarakat," ujar Purbaya saat memberikan kuliah umum pada Dies Natalis ke-11 PKN STAN di Tangerang Selatan.
Baca Juga: Purbaya: Integritas ASN Jadi Penentu Daya Saing Indonesia
Lebih lanjut Purbaya menegaskan bahwa mahasiswa PKN STAN yang nantinya bergabung di berbagai instansi pemerintah akan menjadi penjaga kepercayaan publik dalam mengelola keuangan negara.
Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan integritas.
Menurut Purbaya, tantangan pengelolaan keuangan negara akan semakin besar seiring perubahan ekonomi global yang dipengaruhi perang tarif, perkembangan teknologi, perubahan rantai pasok, dan dinamika geopolitik.
Pemerintah, kata dia, dituntut menjaga disiplin fiskal sekaligus mampu menyusun kebijakan yang adaptif terhadap perubahan tersebut.
Ia menilai Indonesia memerlukan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga profesional dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Baca Juga: Purbaya dan Said Iqbal Bahas Aturan Pajak JHT
Dalam konteks pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, Purbaya berharap PKN STAN terus menghasilkan pengelola keuangan negara yang mampu menjaga keberlanjutan fiskal dan memastikan setiap rupiah APBN memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






