IHSG Hijau usai Inflasi AS Turun, Kepastian Pajak Topang Sentimen

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (15/7/2026). Penguatan indeks terjadi di tengah membaiknya sentimen global setelah inflasi Amerika Serikat (AS) melandai di bawah ekspektasi pasar, ditambah kepastian pemerintah Indonesia yang tidak akan menaikkan tarif pajak.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 2,45 poin atau 0,04% ke level 6.041,97. Sementara indeks saham unggulan LQ45 ikut menguat 1,01 poin atau 0,17% ke posisi 599,90.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, pelaku pasar merespons positif data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan karena mengurangi kekhawatiran terhadap langkah agresif bank sentral AS (The Federal Reserve).
Baca Juga: IHSG Diprediksi Konsolidasi, Pasar Tunggu Data Inflasi AS dan Minyak
"IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat. Rilis data inflasi Amerika Serikat meredam ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed," ujar Nico dalam kajiannya, Rabu (15/7/2026).
Data menunjukkan inflasi tahunan AS turun menjadi 3,5% pada Juni 2026, dari 4,2% pada Mei, sekaligus lebih rendah dibanding proyeksi pasar sebesar 3,8%.
Perlambatan inflasi tersebut memperkuat harapan investor bahwa ruang kenaikan suku bunga The Fed menjadi semakin terbatas dalam waktu dekat.
Meski demikian, Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bank sentral tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga. Dalam kesaksiannya di Kongres AS, Warsh belum memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih agresif.
Di sisi lain, pasar masih memperkirakan peluang sekitar 50% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September 2026.
Proyeksi tersebut dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali mendorong harga minyak dunia.
Dari dalam negeri, sentimen positif juga datang dari kebijakan fiskal pemerintah. Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan tarif pajak dalam upaya meningkatkan penerimaan negara.
Kebijakan tersebut dinilai memberi kepastian bagi dunia usaha karena mengurangi risiko bertambahnya beban pajak perusahaan.
Pemerintah juga memilih memperluas basis pajak melalui peningkatan kepatuhan wajib pajak dan digitalisasi sistem perpajakan dibanding menaikkan tarif.
Baca Juga: S&P Pertahankan Rating Indonesia, IHSG Berpotensi Sentuh 6.120
Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka menguat dan mampu bertahan di zona hijau hingga penutupan.
Secara sektoral, penguatan dipimpin sektor barang baku yang naik 0,67%, disusul sektor properti sebesar 0,64%, serta transportasi dan logistik sebesar 0,32%.
Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,60%, diikuti sektor industri sebesar 0,38% dan barang konsumsi primer sebesar 0,34%.
Pada perdagangan kali ini, saham INAI, RANS, PRDL, AGAR, dan GDST menjadi pencetak kenaikan terbesar. Sementara saham COCO, SKBM, CASA, SQMI, dan RUNS mengalami pelemahan paling dalam.
Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai dengan frekuensi mencapai 2,008 juta transaksi. Sebanyak 21,78 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,33 triliun. Tercatat 348 saham menguat, 286 saham melemah, dan 331 saham bergerak stagnan.
Penguatan juga terjadi di mayoritas bursa saham Asia. Indeks Nikkei naik 1,49%, Hang Seng menguat 1,40 persen, Kospi melonjak 6,24%, dan Straits Times bertambah 1,09%. Sementara Shanghai Composite menjadi satu-satunya indeks utama yang ditutup melemah 0,29%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









