Akurat Logo

Pajak Perdagangan dan PNBP Jadi Penopang Pendapatan Negara 2025

Andi Syafriadi | 16 Juli 2026, 16:38 WIB
Pajak Perdagangan dan PNBP Jadi Penopang Pendapatan Negara 2025
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (AKURAT.CO/ANDOY)

AKURAT.CO Di tengah perlambatan perdagangan global dan melemahnya harga komoditas, pemerintah masih mampu menjaga kinerja pendapatan negara sepanjang 2025.

Salah satu penopangnya berasal dari pertumbuhan penerimaan pajak perdagangan internasional dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, realisasi pendapatan negara pada 2025 mencapai Rp2.765,1 triliun. Dari jumlah tersebut, pendapatan yang dikelola Kementerian Keuangan tercatat sebesar Rp2.271,53 triliun.

Baca Juga: Tax Payer Community: Indonesia Emas 2045 Butuh Basis Pajak yang Kuat

Menurut Purbaya, kinerja tersebut ditopang oleh kenaikan penerimaan pajak perdagangan internasional sebesar 6,43% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh lebih tinggi, yakni 9,77%.

Ia menyampaikan, capaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan eksternal, mulai dari perlambatan perdagangan dunia, moderasi harga komoditas, hingga meningkatnya fragmentasi ekonomi global.

"Di tengah situasi global yang penuh tantangan, optimalisasi pendapatan negara terus dilaksanakan dengan tetap menjaga iklim investasi dan mendukung aktivitas ekonomi nasional," kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut dia, pemerintah tidak hanya berfokus meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal dan keberlanjutan dunia usaha.

Karena itu, kebijakan perpajakan ditempuh secara hati-hati agar tetap mendukung investasi serta menjaga daya saing ekonomi nasional.

Baca Juga: Tax Payer Community: Kepercayaan Publik Jadi Penentu Kepatuhan Pajak

Selain penerimaan pajak, pemerintah juga melanjutkan reformasi PNBP melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dan barang milik negara.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah aset negara sekaligus memperkuat kontribusi PNBP terhadap pendapatan negara.

Meskipun begitu, Purbaya mengakui sampai saat ini terus memperkuat integrasi data, meningkatkan kualitas layanan, serta memanfaatkan teknologi informasi untuk mengoptimalkan potensi penerimaan negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.