Visa Bidik Lonjakan Konsumen Affluent di Indonesia

AKURAT.CO Visa melihat Indonesia sebagai salah satu pasar konsumen affluent atau masyarakat berdaya beli tinggi yang tumbuh paling cepat di Asia Pasifik.
Potensi tersebut mendorong perusahaan teknologi pembayaran global itu memperbarui layanan kartu premiumnya, Visa Infinite, dengan menghadirkan dua tingkatan baru, yakni Visa Infinite Privilege dan Visa Infinite Private.
Visa memperkirakan jumlah rumah tangga affluent di Indonesia akan meningkat lebih dari tiga kali lipat sepanjang 2026-2030. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan tren di kawasan Asia Pasifik, yang mencatat pertumbuhan segmen affluent dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 8% hingga 2030.
Baca Juga: Purbaya: Investor di PFII Bakal Dapat Insentif Pajak hingga Golden Visa
Perubahan pasar tersebut juga dibarengi pergeseran perilaku konsumen premium. Visa menilai konsumen affluent kini tidak lagi hanya mengejar kemewahan sebagai simbol status, tetapi semakin mempertimbangkan pengalaman yang personal, autentik, dan sesuai dengan gaya hidup mereka.
Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari mengatakan perubahan preferensi tersebut membuka peluang bagi industri pembayaran untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen premium.
"Indonesia merupakan salah satu pasar affluent yang berkembang pesat di Asia Pasifik. Kami juga melihat konsumen premium Indonesia kini semakin mengutamakan pengalaman yang benar-benar personal dan bermakna, bukan sekadar akses terhadap layanan eksklusif," ujar Vira dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2026).
Menurut Vira, pembaruan Visa Infinite dilakukan untuk memberikan fleksibilitas lebih besar kepada pemegang kartu, termasuk dalam menikmati manfaat yang disesuaikan dengan kebutuhan, aspirasi, dan gaya hidup masing-masing.
"Melalui pembaruan Visa Infinite, kami menghadirkan pengalaman pembayaran premium yang lebih fleksibel dan relevan, sehingga setiap pemegang kartu dapat menikmati manfaat yang disesuaikan dengan gaya hidup, aspirasi, dan kebutuhan mereka yang terus berkembang," katanya.
Tiga Tingkatan Visa Infinite
Dalam pembaruan tersebut, Visa Infinite kini dikembangkan menjadi ekosistem dengan tiga tingkatan layanan.
Visa Infinite berada pada tingkat pertama dengan manfaat yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan transaksi sehari-hari, perjalanan, hingga aktivitas gaya hidup premium.
Di tingkat berikutnya, Visa Infinite Privilege menawarkan akses yang lebih luas melalui sejumlah pengalaman eksklusif yang telah dikurasi untuk pemegang kartu.
Sementara Visa Infinite Private menjadi tingkatan tertinggi. Layanan ini hanya diberikan melalui undangan khusus atau invitation only dan ditujukan bagi kalangan ultra-high-net-worth individuals (UHNWI).
Pada tingkatan tersebut, pemegang kartu mendapatkan layanan yang lebih personal serta akses terhadap pengalaman eksklusif yang jumlahnya lebih terbatas.
Selain memperbarui struktur layanan, Visa juga menambahkan sejumlah kemampuan pembayaran digital. Fitur yang diperkenalkan mencakup peningkatan batas transaksi, smart authorization, penerbitan kartu lintas negara atau cross-border issuance, hingga sistem keamanan pembayaran yang diklaim aktif selama 24 jam.
Baca Juga: Airlangga: B50 Bikin RI Tak Lagi Impor Solar, Devisa Hemat Rp177 Triliun
Perubahan layanan tersebut tidak terlepas dari pergeseran preferensi konsumen affluent. Visa menyebut pengalaman yang bersifat personal dan bermakna kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih layanan premium.
Bahkan, lebih dari separuh konsumen affluent disebut lebih memprioritaskan pengalaman cultural immersion dibandingkan bentuk kemewahan tradisional.
Kondisi itu menunjukkan bahwa segmen konsumen berdaya beli tinggi tidak semata-mata mencari produk atau layanan dengan label eksklusif. Mereka juga semakin mempertimbangkan pengalaman yang dapat memberikan nilai personal, termasuk dalam perjalanan, budaya, maupun aktivitas gaya hidup.
Tren tersebut pada akhirnya mendorong industri pembayaran untuk memperluas fungsi layanan premium. Instrumen pembayaran tidak lagi hanya ditawarkan sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung mobilitas global, perjalanan, serta kebutuhan gaya hidup konsumen premium.
Dengan proyeksi pertumbuhan jumlah rumah tangga affluent yang cukup tinggi, Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki ruang besar bagi pengembangan layanan pembayaran premium dalam beberapa tahun ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










