Akurat
Pemprov Sumsel

Muslim Wajib Tahu, Ini Pentingnya Menghargai Jasa Para Pahlawan Menurut Perspektif Islam

Shalli Syartiqa | 7 November 2023, 11:21 WIB
Muslim Wajib Tahu, Ini Pentingnya Menghargai Jasa Para Pahlawan Menurut Perspektif Islam

AKURAT.CO- Setiap 10 November,masyarakat Indonesia memperingati hari pahlawan Nasional.

Dalam Islam, pahlawan dapat didefinisikan sebagai orang yang berjuang untuk menegakkan kebenaran (al-haq) demi memperoleh ridha Allah semata-mata.

Maknanya, pahlawan menegakkan segala sesuatu (baik perintah maupun larangan) yang datang dari Allah Swt melalui ajaran Islam yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad Saw.

Ada banyak ayat di Al-Qur’an yang menyebutkan soal berjuang menegakkan kebenaran dan keadilan yang dilakukan para pahlawan. Satu di antaranya adalah surah Al-Baqarah ayat 193.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

“Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah, dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti, maka tidak ada (lagi) permusuhan, kecuali terhadap orang-orang zhalim.”

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang muslim diminta untuk berperang sampai tidak ada lagi fitnah.

Fitnah ini adalah perang terhadap orang-orang zalim yang ingin mengusik kaum muslim.

Pentingnya Menghargai Jasa Pahlawan dalam Islam

Dari zaman ​Rasulullah Muhammad SAW dan para ​sahabatnya hingga tokoh ​ulama dan pejuang kemerdekaan, pahlawan-pahlawan ini memberikan contoh teladan dalam berjuang untuk kebenaran dan kemanusiaan.

Menghargai jasa para pahlawan adalah hal yang sangat penting dalam Islam.

Ini didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, keberanian, kebenaran, dan pengorbanan.

Dalam Islam, pahlawan dihormati karena perjuangan mereka dalam mempertahankan kebenaran, menegakkan keadilan, dan memperjuangkan kemerdekaan tanah air.

Jadi, pahlawan itu tidak pernah mati karena orang-orang terus mengingat jasanya.

Arwahnya selalu didoakan dan dikenang karena kebaikannya tertanam dalam jiwa.

Meskipun secara lahiriyah sudah mati, namun secara hakiki belum, ia mati tetapi hidup.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Imran ayat 169:

وَلَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِيۡنَ قُتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ اَمۡوَاتًا ​ؕ بَلۡ اَحۡيَآءٌ عِنۡدَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُوۡنَۙ‏

Arti: Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.