Update! Penasihat Kemanan Nasional Israel: Pembebasan Sandera Gaza Tidak Akan Dimulai Sebelum Hari Jumat

AKURAT.CO- Pembebasan sandera berdasarkan gencatan senjata sementara antara Israel dan militan Hamas tidak akan terjadi sebelum hari Jumat (24/11/2023).
Dikutip dari Reuters, Kamis (23/11/2023), Israel dan Hamas pada Rabu pagi sepakat untuk melakukan gencatan senjata di Gaza setidaknya selama empat hari, untuk membiarkan bantuan masuk dan membebaskan sedikitnya 50 sandera yang disandera oleh militan.
Waktu dimulainya gencatan senjata dan pembebasan sandera yang ditangkap oleh Hamas selama serangan 7 Oktober terhadap Israel belum diumumkan secara resmi.
“Permulaan pelepasan akan dilakukan sesuai kesepakatan awal antara para pihak, dan tidak sebelum hari Jumat,” kata Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak menyebutkan potensi penundaan implementasi perjanjian tersebut dalam konferensi pers, pada Rabu malam (22/11/2023).
Sebanyak 50 sandera akan dibebaskan selama empat hari dengan jumlah minimal 10 sandera setiap hari.
Gencatan senjata dapat diperpanjang hari demi hari asalkan 10 sandera tambahan dibebaskan setiap hari.
Israel mengatakan gencatan senjata dapat diperpanjang jika lebih banyak sandera yang dibebaskan, dan sumber Palestina mengatakan sebanyak 100 sandera secara total dapat dibebaskan pada akhir bulan ini.
Hamas dan kelompok sekutunya menyandera sekitar 240 sandera. Sebelumnya, Hamas hanya membebaskan empat sandera.
Israel telah melakukan pengepungan dan pemboman tanpa henti di Gaza yang dikuasai Hamas sejak serangan 7 Oktober, yang menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Israel.
Sejak itu, lebih dari 14.000 warga Gaza telah terbunuh, sekitar 40% di antaranya adalah anak-anak, menurut pejabat medis di wilayah tersebut.
“Kami menang, dan kami akan terus berjuang sampai titik kemenangan,” kata Netanyahu.
Kementerian Kehakiman Israel menerbitkan daftar 300 nama tahanan Palestina yang bisa dibebaskan.
Di sisi lain, Hamas mengatakan 50 sandera awal akan dibebaskan dengan imbalan 150 perempuan dan anak-anak Palestina yang dipenjara di Israel.
Baca Juga: Indonesia Terus Galang Bantuan Kemanusiaan Untuk Rakyat Palestina
"Ini tidak akan bisa membebaskan semua sandera, tapi akan berhasil membebaskan 50 sandera pertama, semuanya wanita dan anak-anak. Kita akan mulai melihat mereka mulai dibebaskan dalam 24 jam ke depan," Kata juru bicara keamanan nasional Amerika Serikat DPR John Kirby.
Menurut Kirby, Amerika Serikat juga berharap ratusan truk bantuan kemanusiaan akan mencapai Gaza dalam beberapa hari ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







