Akurat
Pemprov Sumsel

Hadis Nabi tentang Keutamaan Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga

Tria Sutrisna | 5 Desember 2023, 20:13 WIB
Hadis Nabi tentang Keutamaan Menjaga Hubungan Baik dengan Tetangga

AKURAT.CO Dalam lingkungan tempat tinggal, menjalin hubungan yang baik dengan tetangga menjadi suatu kewajiban. Sebab, agama Islam mendorong kita untuk senantiasa menjaga keharmonisan dalam interaksi antartetangga.

Tetangga adalah orang yang tinggal dekat dengan kita, baik di sebelah atau di depan rumah. Seiring dekatnya kediaman, interaksi sosial dengan mereka menjadi tak terhindarkan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memelihara dan membangun ikatan yang positif, sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya kerukunan dalam hidup bersama.

Mengutip NU Online, terdapat beberapa hadis tentang anjuran menjaga hubungan baik dengan tetangga.

Baca Juga: 5 Hadits Tentang Tetangga, Yuk Pelajari Kandungan Maknanya

Memuliakan Tetangga Ekspresi Keimanan

Rasulullah SAW merupakan contoh yang sangat memuliakan hubungan antartetangga. Sikap baik dan kepedulian Beliau kepada tetangga menjadi teladan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim.

Perilaku Rasulullah SAW yang penuh kasih sayang dan perhatian kepada tetangga menjadi contoh yang patut diikuti. Mengajarkan umat muslim untuk bersikap baik, peduli dan memuliakan para tetangga dalam kehidupan sehari-hari. Beliau bersabda:

ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جارَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ والْيَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Artinya: "Siapapun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR Muslim)

Mendapat Ganjaran Surga

Dalam ajaran Islam, seseorang yang menyakiti tetangganya dihadapkan pada ancaman azab neraka. Sebaliknya, mereka yang berbuat baik kepada tetangga dijanjikan ganjaran surga sebagai balasannya.

Hal ini menunjukkan pentingnya perlakuan yang baik, kasih sayang dan kepedulian terhadap tetangga dalam agama Islam.

Perlakuan terhadap tetangga tidak hanya menjadi bagian dari etika sosial tetapi juga memiliki implikasi besar terhadap kebaikan atau keburukan yang akan diperoleh di akhirat.

Nabi SAW bersabda:

لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي اللَّيْلَ وَتَصُومُ النَّهَارَ وَفِي لِسَانُهَا شَيْءٌ يُؤْذِي جِيرَانَهَا سَلِيطَةٌ قَالَ: لاَ خَيْرَ فِيهَا هِيَ فِي النَّارِ وَقِيلَ لَهُ: إِنَّ فُلاَنَةَ تُصَلِّي الْمَكْتُوبَةَ وَتَصُومُ رَمَضَانَ وَتَتَصَدَّقُ بِالأَثْوَارِ وَلَيْسَ لَهَا شَيْءٌ غَيْرُهُ وَلاَ تُؤْذِي أَحَدًا قَالَ: هِيَ فِي الْجَنَّةِ. رواه الحاكم

Artinya: "Dari Abu Hurairah ra ia berkata, dikatakan kepada Rasulullah saw, wahai Rasulullah saw, Fulanah selalu shalat malam dan puasa di siang harinya. Akan tetapi, ia sering mencela tetangganya. Rasulullah saw bersabda: "Ia tidak baik, ia masuk neraka". Disebutkan kepada Rasulullah saw bahwa Fulanah hanya melaksanakan shalat wajib, puasa Ramadhan, dan bersedekah hanya secuil keju. Akan tetapi ia tidak pernah menyakiti tetangganya. Rasulullah saw bersabda: "Ia masuk surga." (HR al-Hakim)

Baca Juga: Doa Supaya Dihindarkan dari Tetangga yang Tidak Baik, Wajib Diamalkan!

Tetangga Seperti Keluarga yang Punya Hak Waris

Malaikat Jibril sering menasihati Nabi Muhammad SAW untuk berbuat baik kepada tetangga dengan begitu tekun sehingga Nabi SAW mengira bahwa tetangga memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Keistimewaannya hampir sebanding dengan anggota keluarga sendiri dalam hal penerimaan warisan.

Ini menunjukkan pentingnya perlakuan baik terhadap tetangga dalam Islam, seolah-olah memiliki kedudukan yang mendekati hubungan darah.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam riwayat Imam al-Bukhari:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا زَالَ يُوصِينِي جِبْرِيلُ بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ. رواه البخاري

Artinya: "Dari Aisyah RA, dari Nabi saw beliau bersabda, 'Jibril terus mewasiatkanku perihal tetangga. Hingga aku menyangka bahwa tetangga akan menjadi ahli waris.'" (HR Al-Bukhari)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
W
Editor
Wahyu SK