Akurat
Pemprov Sumsel

Cara Mengenal Calon Pasangan Tanpa Melanggar Syariat Islam

Redaksi Akurat | 12 Maret 2026, 23:14 WIB
Cara Mengenal Calon Pasangan Tanpa Melanggar Syariat Islam
Film Bertemakan Ta'aruf

AKURAT.CO Menikah adalah ibadah mulia dalam Islam yang menjadi penyempurna separuh agama. Namun, tantangan terbesar bagi calon pengantin adalah bagaimana mengenal pasangan dengan baik tanpa melanggar syariat.

Di tengah budaya pacaran modern, banyak Muslim merasa bingung mencari metode yang sesuai Islam.

Salah satu solusi yang direkomendasikan adalah ta’aruf, sebuah proses perkenalan serius menuju pernikahan dengan batasan yang jelas dari Allah SWT.

Mengenal Ta’aruf

Secara bahasa, ta’aruf berasal dari kata Arab ta’arafa–yata’arafu, yang berarti “saling mengenal.”

Dalam konteks pernikahan, ta’aruf adalah perkenalan yang dilakukan secara syar’i, objektif, dan terstruktur dengan tujuan tunggal, yakni menuju pernikahan.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13:

“Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.”

Ayat ini menegaskan pentingnya mengenal satu sama lain dengan cara yang benar dan penuh etika, sehingga rumah tangga kelak dibangun atas fondasi iman dan takwa.

Mengapa Ta’aruf Lebih Disarankan daripada Pacaran?

Berbeda dengan pacaran yang cenderung bebas dan rawan fitnah, ta’aruf memiliki prinsip-prinsip jelas:

1. Tujuan Jelas: Hanya untuk mengetahui kecocokan sebelum menikah.

2. Batas Waktu Terstruktur: Proses biasanya berlangsung satu hingga tiga bulan, tidak berlarut-larut.

3. Interaksi Terbatas: Selalu ada pihak ketiga atau wali, tidak ada khalwat.

4. Objektivitas dan Kejujuran: Fokus pada visi, misi, karakter, dan prinsip hidup calon pasangan.

Tata Cara Ta’aruf Sesuai Syariat

1. Niat dan Persiapan Diri

Sebelum memulai, calon pengantin harus siap mental, finansial dasar, dan pemahaman agama. Niat lurus karena Allah adalah fondasi utama ta’aruf yang sukses.

2. Pertukaran Biodata atau CV Ta’aruf

Informasi lengkap mengenai pendidikan, pekerjaan, visi pernikahan, hingga kondisi kesehatan disampaikan melalui perantara. Kejujuran menjadi prinsip utama.

3. Pertemuan Tatap Muka (Nadzor)

Jika biodata cocok, dilakukan pertemuan tatap muka yang diawasi wali atau perantara. Diskusi difokuskan pada hal-hal prinsip: visi keluarga, pembagian peran finansial, pengasuhan anak, dan rencana tempat tinggal.

4. Salat Istikharah

Setelah bertemu, kedua pihak dianjurkan melakukan istikharah, memohon petunjuk Allah agar keputusan didasarkan pada pertimbangan spiritual dan rasional.

5. Khitbah (Lamaran) dan Akad Nikah

Jika cocok, pihak laki-laki melamar secara resmi. Setelah lamaran, status perempuan menjadi makhthubah, dan pernikahan segera dijadwalkan untuk menjaga syariat dan kehormatan.

Baca Juga: Bernapaskan Islam, Taqy Malik - Serell Nadirah Jalani Ta'aruf Sebelum Menikah

Pertanyaan Penting Saat Ta’aruf

Selama proses ta’aruf, calon pasangan sebaiknya menanyakan hal-hal prinsip agar hubungan kelak harmonis:

  • Bagaimana cara menyelesaikan konflik rumah tangga?

  • Apakah akan tinggal mandiri atau bersama orang tua?

  • Bagaimana pembagian tanggung jawab finansial?

  • Bagaimana rutinitas ibadah sehari-hari?

Kunci Keberhasilan Ta’aruf

Keberhasilan ta’aruf terletak pada keseriusan, kejujuran, dan batasan syariat.

Dengan memahami tujuan ta’aruf, pasangan dapat saling mengenal tanpa terjerumus dalam perilaku yang dilarang Islam.

Rasulullah SAW juga menekankan agar memilih pasangan berdasarkan agama, karena agama menjadi fondasi rumah tangga yang diridhai Allah: “Wanita dinikahi karena empat perkara: hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari)

Dengan ta’aruf yang benar, proses mengenal calon pasangan bukan hanya aman secara syariat, tetapi juga menyiapkan rumah tangga yang harmonis, sakinah, dan penuh berkah.

Mutiara MY (Magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R