AKURAT.CO Palestina di tengah konflik yang dideritanya lantaran dijajah Israel tetap mampu menarik investasi asing langsung atau foreign direct investment/ FDI sebesar USD1,975 miliar pada tahun 2021 lalu, berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS).
Jika dirinci, investasi tersebut mayoritas (64,3%) lari ke sektor intermediasi keuangan dalam bentuk penyaluran pinjaman atau sebesar USD1,270 miliar, disusul sektor jasa transportasi, pergudangan, komunikasi, dan perdagangan sebesar 30% atau USD593 juta, sektor industri sebesar 3,5% atau USD69 juta serta konstruksi sebesar 2,2% atau USD43 juta.
Tidak dipungkiri, pendudukan Palestina oleh Israel membuat perekonomian negara ini semakin rentan. Apalagi, sejak tahun 1967, pemerintah Israel melalui otoritas militernya menerapkan serangkaian kebijakan dan praktik yang membatasi investasi di wilayah Palestina, serta mempersempit ruang aktivitas ekonomi Palestina.
Baca Juga: RI Berkawan Dagang Dengan Israel, Dengan Palestina Bagaimana?
Alhasil sejumlah wilayah yang diduduki tak lagi bisa menarik investasi asing, termasuk juga wilayah tersisa Tepi Barat (West Bank) dan Gaza yang terus berusaha diduduki Isreal.
Terhimpitnya Palestina oleh Israel yang dilakukan lewat cara - cara opresi ini turut mematikan roda perekonomian Palestina, termasuk juga kelayakan Palestina sebagai destinasi investasi negara-negara lain di dunia.
Ketakutan investor untuk berinvestasi ini bisa dimaklumi. Bahkan pada tahun 2019, saat FDI Palestina mencapai USD1,732 miliar, sempat terjadi kondisi dimana lebih banyak portfolio warga Palestina yang diinvestasikan di luar negeri ketimbang portfolio asing yang diinvestasikan di Palestina, berdasarkan riset bersama PCBS bersama Otoritas Keuangan Palestina (PMA).
Sementara itu, investasi asing sepanjang 2021 tersebut datang dari berbagai negara. Yang terbesar adalah Yordania sebesar USD1,610 miliar setara 81,5%. Kemudian disusul oleh 5 negara lainnya, sebagai mana ulasan berikut.
Investor Utama Palestina
1. Yordania sebesar USD1,610 miliar setara 81,5%
2. Qatar sebesar USD158 juta setara 8%
3. Arab Saudi sebesar USD109 juta setara 5,5%
4. Mesir sebesar USD59 juta setara 3%
5. Siprus sebesar USD26 juta setara 1,3%
6. UEA sebesar USD8 juta setara 0,4%
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








