Akurat
Pemprov Sumsel

Dampingi Jokowi Bertemu Xi Jinping, Zulhas: Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Dan Investasi

Arief Rachman | 20 Oktober 2023, 17:03 WIB
Dampingi Jokowi Bertemu Xi Jinping, Zulhas: Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Dan Investasi

AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan atau Zulhas mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bertemu Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping di Balai Agung Rakyat di Beijing, RRT pada Selasa (17/10/2023). Pada pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati peningkatan kerja sama perdagangan dan dan investasi.

"Ada penandatanganan sepuluh kerja sama investasi di berbagai bidang antara lain pertahanan, mobil listrik, ketahanan energi, dan kerja sama pembangunan desa serta pengentasan kemiskinan," ujar Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas mengungkapkan, Presiden Jokowi mengatakan empat hal pada pertemuan
dengan Presiden Xi Jinping.

Baca Juga: Neraca Perdagangan RI September 2023, Mendag: Tetap Surplus USD3,42 Miliar Meski Ekspor Nonmigas Turun

Pertama, mengenai upaya peningkatan kerja sama investasi, terutama untuk baterai kendaraan listrik dan otomotif, pabrik suku cadang, kilang petrokimia, produksi baja, serta pengembangan kerja sama Halal Center.

Presiden Jokowi juga mendorong tindak lanjut kerja sama pengembangan koridor ekonomi “Two Countries, Twin Parks”.

Terkait perdagangan dan keuangan, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi terhadap perdagangan bilateral yang terus tumbuh dan seimbang, serta mengharapkan dukungan RRT untuk ekspor produk-produk unggulan Indonesia seperti sarang burung walet, produk perikanan, pertanian, dan buah-buahan tropis.

Untuk kerja sama keuangan, Presiden Jokowi menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembentukan local currency transaction melalui QR cross border untuk memfasilitasi ekspor-impor dan investasi.

Baca Juga: Mendag Zulhas Ajak Produsen Kendaraan Listrik China Rambah Indonesia

Presiden Jokowi berharap dukungan RRT untuk mengmplementasikan kerja sama kelistrikan kolaborasi RI-RRT. Mengingat ketahanan energi merupakan bidang kerja sama yang dapat terus diperkuat antara kedua negara seiring akselerasi penambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) sebesar 60 GW di Indonesia hingga 2040 mendatang.

Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan wisatawan kedua negara yang dapat dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari penambahan frekuensi penerbangan langsung ke RRT hingga peningkatan beasiswa dan pelatihan vokasi bagi mahasiswa Indonesia.

Mendag Zulhas juga menyampaikan, kunjungan kerja Presiden ke Tiongkok kali ini berhasil
meningkatkan kerja sama kedua negara. Salah satunya terkait besarnya potensi transaksi pada acara Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok yang dilaksanakan pada Senin (16/10/2023).

"Saya menilai, kunjungan ke Tiongkok cukup sukses, salah satunya dengan menghasilkan kesepakatan dagang antara pelaku usaha kedua negara. Termasuk pada Forum Bisnis yang menghasilkan potensi perdagangan hampir USD13 miliar yang ditandatangani pelaku usaha kedua negara," imbuh Mendag.

Perjuangkan Ekspor Produk Pertanian ke Tiongkok

Di hari yang sama, Mendag Zulkifli Hasan juga mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan Perdana Menteri RRT Li Qiang di Diaoyutai State House, Beijing, RRT.

“Hari ini saya mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memperjuangkan hasil pertanian petani Indonesia, seperti durian, alpukat, melon, dan kelapa agar bisa segera ekspor ke Tiongkok,” terang Mendag Zulhas usai pertemuan.

Baca Juga: Dampingi Presiden Jokowi Ke Beijing, Mendag: Tiongkok Mitra Utama Perdagangan Indonesia

Selain Mendag Zulhas, turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan antara lain
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku Ad Interim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Duta Besar RI untuk RRT Djauhari Oratmangun.

Perdagangan Indonesia—Tiongkok mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 17,69 persen dalam lima tahun terakhir (2018—2022).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada periode Januari—Agustus 2023, total perdagangan kedua negara mencapai nilai USD83,1 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD545,3 juta yang disumbang dari ekspor senilai USD41,82 miliar dan impor senilai USD41,28 miliar.

Di tahun 2022, total perdagangan Indonesia-Tiongkok tercatat USD133,56 miliar, meningkat 21,51 persen dari nilai perdagangan tahun 2021 sebesar USD109,9 miliar, dengan ekspor senilai USD65,84 miliar dan impor senilai USD67,72 miliar.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.