Ekonom Sebut Target Muluk Pertumbuhan Ekonomi 3 Paslon Masih Memungkinkan, Asalkan. . .

AKURAT.CO 3 Paslon (Pasangan Calon) Presiden dan Wakil Presiden telah menyampaikan visi misi di bidang ekonomi, dengan menyasar pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 hingga 7%.
Menanggapi perihal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menyampaikan bahwa hal tersebut masih memungkinkan tumbuh di atas 5% dengan beberapa catatan.
“Kami melihat peluang untuk tumbuh di atas 5 persen masih memungkinkan, dengan catatan pemerintah menjaga kondusifitas perekonomian dan terus memperbaiki permasalahan struktural di Indonesia, terutama di Industri manufaktur,” kata Josua kepada Akurat.co, Selasa (7/11/2023).
Baca Juga: Ekonom: Visi Misi Ekonomi 3 Pasangan Capres-Cawapres Tak Realistis
Menurutnya Josua, Indonesia memiliki sumber daya yang banyak untuk dimanfaatkan dalam mendatangkan investasi, seperti program hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA).
Sehingga Kepala Ekonomi Bank Permata melihat adanya potensi yang bisa diperluas untuk komoditas lain, terutama komoditas pertanian dan logam untuk membuka kesempatan kerja baru yang lebih luas dan memberikan multiplier effect bagi sektor lainnya.
“Namun, memang Indonesia saat ini masih cenderung mengandalkan investasi asing terutama untuk manufaktur produk berteknologi tinggi,” ucap Josua.
Sementara Josua juga menilai program-program untuk memperbaiki permasalahan struktural di Indonesia harus dapat didorong ke depannya.
“Kami melihat permasalahan kualitas SDM, penurunan biaya logistik, dan kepastian hukum bagi investor merupakan hal yang harus dikedepankan untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Indonesia membutuhkan kegiatan riset dan inovasi untuk jangka panjang,” ungkap Josua.
Selain itu, Josua menyampaikan untuk mengatasi deindustrialisasi ketiga paslon capres dan cawapres selanjutnya harus dapat menjaga iklim investasi domestik dengan komitmen terhadap hilirisasi yang dinilai harus dilanjutkan untuk mendorong industri manufaktur Indonesia ke depan.
Tidak hanya itu, Indonesia juga harus dapat memperpanjang supply chain domestik, terutama yang memiliki keterkaitan juga dengan supply chain regional. Sehingga peran UMKM dan supply chain hari ditingkatkan agar peran industri manufaktur menjadi lebih inklusif, tidak hanya di perusahaan besar saja.
Sebagai tambahan, Josua juga mengingatkan bahwa sektor jasa Indonesia dapat ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya untuk ketiga paslon capres dan cawapres, hal tersebut dapat mendorong industri manufaktur di Indonesia ke depan.
Asal tahu, sebelumnya Presiden Jokowi juga menyampaikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7% sebelum dilantik menjadi Presiden RI ke-7. Namun target tersebut tak pernah tercapai selama dua periode masa kepemimpinannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










