Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,05 Persen di 2023 Tertopang Konsumsi RT, Menkeu: Terima Kasih Masyarakat

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan rasa syukurnya atas pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05% pada tahun 2023, dengan nilai Pendapatan Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp20.892,3 triliun setara Rp74,96 juta per kapita.
Sri Mulyani pun berterima kasih kepada masyarakat atas kontribusinya dalam menjaga Indonesia, meskipun perekonomian dunia mengalami perlambatan.
Ia menganggap hal tersebut sebagai cerita positif dari kinerja ekonomi Tanah Air pada tahun tersebut, mengingat banyaknya tantangan dan turbulensi yang diprediksi oleh lembaga internasional.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Melambat ke 5,05 Persen, Ini Sebabnya
"Meski perekonomian dunia mengalami perlambatan, alhamdulillah perekonomian Indonesia masih tetap tumbuh positif. Terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat yang terus bekerja keras dalam menjaga Indonesia bersama," ujar Sri Mulyani melalui unggahan di akun Instagram resminya, dikutip Rabu (7/2/2023).
"Mari kita terus lanjutkan dan tingkatkan berbagai upaya ini untuk membangun Indonesia ke depan," imbuhnya.
Untuk informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi mencatat konsumsi rumah tangga atau masyarakat menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran secara kumulatif (c-to-c) pada 2023.
"Jika dilihat dari sumber pertumbuhan kumulatif tahun 2023 dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 4,82 persen sepanjang 2023," ujar Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (5/2/2024).
Konsumsi Rumah Tangga menjadi penyumbang terbesar PDB pada tahun 2023, dengan kontribusi sebesar 53,18%, disusul investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto/ PMTB sebesar 29,33% dan ekpsor sebesar 21,75%.
Secara spasial, terjadi pertumbuhan yang merata terjadi di seluruh wilayah Indonesia, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di Pulau Maluku dan Papua, Sulawesi, serta Kalimantan dengan pertumbuhan (c-to-c) masing-masing sebesar 6,94%; 6,37% dan 5,43%.
Sementara Pulau Jawa yang berkontribusi sebesar 57,05% terhadap ekonomi nasional mencatat pertumbuhan 4,96% (c-to-c).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








