Jokowi Naikkan Gaji Ketua Komnas HAM Jadi Rp47 Jutaan

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menaikan remunerasi bagi Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Komnas HAM, dengan kenaikan yang mencapai dua kali lipat dari sebelumnya.
Kenaikan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2024, yang ditandatangani oleh Jokowi pada tanggal 30 Januari 2024.
"Hak keuangan bagi Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Komnas HAM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diberikan berupa honorarium setiap bulan," bunyi Pasal 3 Ayat 1 aturan tersebut dikutip Selasa (13/2/2024).
Baca Juga: Komnas HAM Minta Warga Pelototi DPT Dan Proses Penghitungan Suara
Pasal 2 Ayat 3 dari Peraturan tersebut menetapkan jumlah honorarium bagi ketua, wakil ketua, dan anggota Komnas HAM yakni, Ketua menerima Rp47.175.000, wakil ketua menerima Rp45.175.000, dan anggota menerima Rp43.175.000.
"Honorarium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dikenakan pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Pasal 4.
Selain honorarium, mereka juga berhak atas fasilitas lainnya, seperti biaya perjalanan dinas setara dengan jabatan Pimpinan Tinggi Madya, serta jaminan sosial seperti jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, dan kematian, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Perbandingan dengan aturan sebelumnya, Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2013, menunjukkan peningkatan signifikan dalam gaji.
Di mana sebelumnya ketua menerima Rp 23.750.000, wakil ketua Rp 22.500.000, dan anggota Rp 20.625.000, tanpa menyertakan uang perjalanan dinas atau jaminan sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









