Dipicu Lonjakan Harga Beras, Inflasi Februari 2024 Sentuh 0,37 Persen
Silvia Nur Fajri | 1 Maret 2024, 10:27 WIB

AKURAT.CO Inflasi bulan Februari 2024 di Indonesia mencapai 0,37%, dipicu terutama oleh kenaikan harga beras, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).
Secara tahunan, tingkat inflasi pada bulan tersebut mencapai 2,75% year-on-year (yoy).
"Tingkat inflasi bulanan Februari 2024 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun lalu,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah dalam konferensi pers, di BPS Pusat, Jakarta, pada Jumat (1/3/2024).
Kemudian, kelompok pengeluaran yang paling berkontribusi terhadap inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1% dan andil terhadap inflasi sebesar 0,29%.
Sedangkan, beras menjadi komoditas utama penyumbang inflasi bulanan dengan andil 0,21%, disusul cabai merah 0,09%, telur ayam ras 0,04%, daging ayam ras 0,02% dan minyak goreng 0,01%.
Di tingkat provinsi, terdapat 28 provinsi mengalami inflasi dan 12 provinsi mengalami deflasi, dengan tingkat inflasi tertinggi terjadi di Sumatra Barat sebesar 1,17%.
"Terdapat 28 provinsi inflasi dan 12 nya mengalami deflasi," jelasnya.
Sementara tingkat inflasi year to date (y-to-d) atau tahun kalender Februari 2024 sebesar 0,41%.
Tingkat inflasi y-on-y komponen inti Februari 2024 sebesar 1,68 %, inflasi m-to-m sebesar 0,14%, dan inflasi y-to-d sebesar 0,34%.
Prediksi konsensus sebelumnya memperkirakan inflasi rata-rata bulanan sebesar 0,27% dan inflasi tahunan sebesar 2,56%.
Salah satu ekonom memperkirakan inflasi bulan Februari mencapai 0,24% secara bulanan atau 2,62% secara tahunan, didorong oleh inflasi inti dan inflasi harga yang bergejolak.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyatakan bahwa inflasi inti pada Februari 2024 diperkirakan berkisar 1,7% secara tahunan, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya.
"Inflasi bulan Februari didorong oleh inflasi inti dan inflasi harga bergejolak," kata Josua, Kamis (28/2/2024).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








