Deputi Menko Perekonomian Sebut Digitalisasi Genjot Kontribusi ke Pertumbuhan Ekonomi RI hingga 4,1 Kali

AKURAT.CO Digitalisasi memiliki potensi untuk meningkatkan kontribusi ekonomi digital pada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 4,1 kali lipat dari base line pada tahun 2030.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Ferry Irawan, dalam acara High Level Meeting (HLM) TP2DD se-Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/5/2024).
"Dengan digitalisasi, kontribusi ekonomi digital pada PDB Indonesia berpotensi naik 4,1 kali lipat dari based line tahun 2030," ujar Ferry Irawan, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/5/2024).
Selanjutnya, Ferry mengungkapalan bahwa digitalisasi transaksi membantu kemudahan masyarakat dan pelaporan pajak tepat waktu, yang meningkatkan peringkat Kemudahan Berbisnis (EODB) Indonesia.
"Kehadiran berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam satu daerah pada HLM dan arahan yang diberikan pimpinan akan sangat menentukan apa yang akan dilakukan oleh Pemda," jelasnya.
Baca Juga: Jokowi: Kita Harus Jadi Produsen Digitalisasi, Jangan Hanya Jadi Pasar
Sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2021 tentang Satuan Tugas P2DD, capaian transaksi non tunai untuk pajak daerah dan belanja daerah sudah mencapai di atas 90% di sebagian besar wilayah di Indonesia.
Namun, masih ada kendala dalam implementasi non tunai untuk retribusi. Penguatan regulasi dan koordinasi di tingkat daerah menjadi kunci untuk memperkuat digitalisasi transaksi keuangan daerah.
"Penguatan ekosistem digital belanja Pemerintah Daerah melalui penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) juga perlu terus didorong," tambah Ferry.
Untuk informasi, turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah dan OPD terkait se-Provinsi Jawa Timur, serta Pj. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua TP2DD Provinsi Jawa Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






