AKURAT.CO Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengajukan usulan penambahan anggaran sebesar Rp2,4 triliun untuk Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam pagu indikatif tahun 2025.
Usulan ini muncul sebagai respon atas penetapan anggaran Kemendag sebesar Rp1,6 triliun untuk tahun 2025, yang mengalami penurunan sebesar 15,6% dibandingkan anggaran tahun 2024. "Apabila memungkinkan, Kemendag mengajukan walau enggak mudah, tambahan anggaran yang telah kami sampaikan kepada Presiden (Joko Widodo) melalui surat tanggal 30 April 2024, Rp2,4 triliun," ungkap Zulhas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis.
Dalam rapat tersebut, Zulhas memaparkan bahwa tambahan anggaran akan digunakan untuk berbagai kegiatan strategis. Di antaranya, sebesar Rp900 miliar akan dialokasikan untuk meningkatkan peran 46 perwakilan perdagangan di negara tujuan ekspor melalui promosi dagang, forum bisnis, dan business matching.
Baca Juga: Bertemu Nigeria, Mendag Zulhas: Banyak Potensi Tingkatkan Perdagangan Kedua Negara
Sebesar Rp700 miliar akan digunakan untuk pengembangan perdagangan antar wilayah yang meliputi pembangunan sistem data dan monitoring perdagangan, pameran, misi dagang daerah di setiap provinsi, dan perlindungan konsumen.
Selanjutnya, Rp800 miliar dari anggaran tersebut akan diarahkan untuk mendukung ekspor produk berteknologi menengah dan tinggi. Aktivitas yang akan didanai mencakup pameran dagang, misi dagang, integrasi informasi ekspor, pembinaan UMKM ekspor, serta pengamanan perdagangan.
Zulhas berharap usulan tambahan anggaran ini dapat menjadikan pagu indikatif Kemendag tahun 2025 menjadi Rp4 triliun. "Rencananya enggak banyak, bisa kembali seperti tahun ini saja. Kalau turun ini kan, turunnya banyak. Jadi bisa kembali naik 16 persen lagi aja lah," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa setiap tahun anggaran Kemendag terus mengalami penurunan. Pada 2021, Kemendag mendapatkan anggaran sebesar Rp3 triliun, yang kemudian turun menjadi Rp2,1 triliun di 2022. Pada 2023, anggaran naik menjadi Rp2,4 triliun, namun kembali turun menjadi Rp1,9 triliun di 2024 dan Rp1,6 triliun pada 2025.
Zulhas memperingatkan bahwa pemangkasan anggaran ini dapat mempengaruhi berbagai aspek, termasuk pengembangan ekspor di pasar-pasar non-tradisional. Selain itu, para Atase Perdagangan (Atdag) Kemendag juga terancam dipulangkan karena tidak mendapatkan biaya lagi dari Kementerian.
"Karena kita ini kan mau ekspor, mau bersaing dengan negara lain, gimana mau bersaing kalau Atdag saja mau dipulangkan karena biaya sewa rumah dari Kementerian Luar Negeri dihapus, dari kita juga dikurangi," jelas Zulhas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










