AKURAT.CO Bank sentral Argentina dikabarkan akan mulai menjual dolar Amerika Serikat (AS) di pasar valuta asing, dimana hal ini dilakukan Argentina sebagai langkah untuk mengatasi inflasi dan mengamankan pasokan uang negara.
Menurut Menteri Ekonomi Argentina, Luis Caputo dan Presiden Argentina, Javier Milei, pemerintah setempat telah menyiapkan strategi baru untuk mengatasi perbedaan antara nilai tukar resmi peso Argentina dan nilai tukar paralel yang diperdagangkan di pasar keuangan.
Meskipun nilai tukar peso resmi adalah ARS919 per USD karena kontrol mata uang, nilai tukar peso di pasar paralel utama pada Jumat (12/7/2024) mencapai ARS1.405 per dolar AS.
Inflasi bulanan meningkat pada Juni untuk pertama kalinya sejak Milei menjabat pada 10 Desember 2023. Menurut data pemerintah yang dirilis Jumat, inflasi tahunan Argentina mencapai 272%, tertinggi di dunia dan masuk dalam kategori krisis.
Caputo menyatakan bahwa otoritas moneter akan menjual dolar di salah satu pasar valas paralel yang dikenal sebagai blue chip swap atau contado con liquidacion. Langkah ini diambil untuk mengimbangi emisi peso dari pembelian dolar AS di nilai tukar resmi.
"Jika bank sentral membeli dolar di pasar valuta resmi, emisi peso yang setara akan disterilkan dengan penjualan dolar di pasar contado con liquidacion," tulis Caputo dalam unggahan di X, dikutip Bloomberg.
Mulai Rabu, bank juga bisa menjual kembali opsi jual mereka kepada bank sentral, sebagai jaminan bahwa otoritas moneter akan membeli kembali surat utang jika harganya jatuh di bawah harga tertentu.
Strategi ini menimbulkan kekhawatiran karena bisa menghambat kemampuan bank sentral untuk mengakumulasi cadangan devisa. Padahal, Argentina harus membayar kembali pinjaman sebesar USD44 miliar kepada Dana Moneter Internasional (IMF).
Sebelumnya, bank sentral melaporkan kehilangan cadangan sebesar USD3 miliar pada kuartal ketiga akibat penurunan nilai ekspor Argentina karena nilai tukar peso yang terlalu tinggi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









