Thailand Gelontorkan BLT Rp202 Triliun Untuk Stimulus Ekonomi

AKURAT.CO Thailand beberapa waktu lalu dikabarkan kembali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) yang telah lama tertunda kepada sebagian besar warganya. Dimana BLT ini diharapkan mampu kembali menggairahkan aktivitas ekonomi negaranya sekaligus mengatasi utang rumah tangga tertinggi di Asia Tenggara.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Thailand, Pichai Chunhavajira melalui lansiran Bloomberg menjelaskan bahwa distribusi BLT sebesar THB10.000 (Rp4,5 juta) kepada setiap warga Thailand berusia 16 tahun ke atas dengan batas pendapatan tertentu pada kuartal keempat akan mendorong daya beli, menghidupkan kembali manufaktur, dan meningkatkan kepercayaan terhadap perekonomian secara keseluruhan.
Penerima bantuan dapat mendaftar melalui dompet digital mulai 1 Agustus hingga 15 September melalui aplikasi bernama "Tang Rath". Lebih lanjut Pichai menjelaskan bahwa para penerima manfaat dapat membelanjakan uang tunai di lebih dari 2 juta gerai ritel, toko kelontong, dan toko kecil di bawah skema tersebut, yang bertujuan membantu individu dan bisnis kecil, meskipun ada pembatasan ketat termasuk larangan menggunakan uang untuk membeli alkohol atau ganja.
Bantuan tunai ini merupakan inti dari upaya Perdana Menteri Sretha Thavisin untuk menghidupkan kembali pertumbuhan dan kekayaan koalisi yang berkuasa. Bantuan ini awalnya direncanakan untuk awal tahun 2024, tetapi ditunda karena adanya perselisihan tentang bagaimana Thailand akan membayar stimulus tersebut. Namun, pekan lalu para legislator mendukung rencana pengeluaran tambahan THB122 miliar (Rp54 triliun) pada tahun fiskal ini untuk mendanai dompet digital.
"Ini bukan hanya pemberian uang tunai biasa, ini adalah stimulus yang mencakup semua tingkat aktivitas ekonomi, yang akan menghasilkan lebih banyak pendapatan dan menghasilkan pendapatan pajak tambahan bagi pemerintah untuk melakukan hal-hal lain," ucap Pichai, Kamis (25/7/2024).
Baca Juga: Pemerintah Thailand Kerja Keras Kembalikan Pertumbuhan Ekonomi ke 3 Persen
Pemerintah awalnya memperkirakan akan menghabiskan sekitar THB500 miliar (Rp224 triliun) untuk stimulus karena ada 50,7 juta orang yang memenuhi syarat untuk program tersebut. Namun para pejabat sejak itu mengatakan mereka hanya memperkirakan tingkat partisipasi maksimal 90%, menurunkan biaya menjadi sekitar THB450 miliar (Rp202 triliun).
Pendanaan akan berasal dari APBN selama dua tahun fiskal. Dari total tersebut, THB165 miliar akan berasal dari anggaran tahun fiskal saat ini, yang akan berakhir pada 30 September, dan THB285 miliar sisanya akan berasal dari tahun fiskal berikutnya. Penerbitan anggaran tambahan juga merupakan salah satu opsi pemerintah untuk mengumpulkan dana, menurut Wakil Menteri Keuangan Julapun Amornvivat.
Jika efektif, pihak berwenang memperkirakan stimulus ini akan mengangkat tingkat pertumbuhan di negara dengan ekonomi terbesar kedua Asia Tenggara itu, yang rata-rata kurang dari 2% per tahun selama dekade terakhir. Pemulihan Thailand dari pandemi telah terhambat oleh penurunan manufaktur dan ekspor, di mana pariwisata menjadi satu-satunya titik terang dalam perekonomian.
Meskipun inflasi utama tetap di bawah kisaran target bank sentral dalam setahun terakhir, yang mendorong seruan berulang untuk penurunan suku bunga dari pemerintah, bank sentral Thailand atau Bank of Thailand (BoT) telah menyebut tingkat utang rumah tangga di atas 90% dari produk domestik bruto (PDB) sebagai salah satu alasan untuk mempertahankan biaya pinjaman pada tingkat tertinggi dalam satu dekade.
Menurut data bank sentral, utang rumah tangga Thailand telah melonjak sekitar seperlima menjadi THB16,37 triliun, atau 90,8% dari PDB negara pada akhir Maret, dari kurang dari THB14 triliun sebelum pandemi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









