China Adukan Uni Eropa ke WTO Usai Ekspor Mobil Listriknya Dikenai Tarif

AKURAT.CO China beberapa waktu lalu kembali mengajukan gugatan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait keputusan Uni Eropa (UE). Usut punya usut aduan tersebut akibat UE kenakan pajak anti-subsidi kepada mobil listrik dari China. Gara-gara pengenaan pajak tersebut hubungan kedua negara tersebut semakin memburuk.
Menurut Kementerian Perdagangan China dalam statement yang dilansir Bloomber, Beijing membawa sengketa ini ke WTO tentunya untuk melindungi hak dan kepentingan perkembangan industri kendaraan listrik.
Sebab, pihak kemendag China menilai bahwa keputusan Uni Eropa tersebut tidak didasarkan pada fakta dan hukum yang benar, serta melanggar aturan WTO, yang dapat merusak kerjasama global dalam menangani perubahan iklim. Hal tersebut dipertegas kembali oleh Juru bicara kementerian yang mengatakan bahwa Uni Eropa harus segera memperbaiki kesalahan ini dan menjaga kerjasama ekonomi dan perdagangan antara China dan UE, serta stabilitas rantai pasokan kendaraan listrik.
Seperti yang diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Beijing dengan Uni Eropa mengalami penurunan, dengan Uni Eropa semakin mendekatkan kebijakannya dengan kebijakan AS. Bulan lalu, Uni Eropa memberlakukan tarif sementara pada impor mobil dari China, yang bisa meningkat hingga 48% setelah penyelidikan terhadap bantuan negara China kepada produsen kendaraan listrik.
China merespons keras dengan ancaman balasan terhadap petani dan pembuat pesawat Eropa serta memulai penyelidikan anti-dumping terhadap industri minuman keras Prancis. Produsen mobil China, seperti SAIC Motor Corp, Geely, dan BYD Co, menghadapi tarif tambahan yang signifikan.
Sektor kendaraan listrik semakin terlibat dalam ketegangan perdagangan dan geopolitik seiring transisi dunia dari mesin pembakaran internal. China, yang telah menjadi pemimpin global dalam kendaraan listrik berkat investasi besar-besaran, berhadapan dengan upaya AS untuk membatasi kendaraan listrik buatan China dengan tarif lebih dari 100%. Kanada juga mempertimbangkan langkah serupa.
China juga mengajukan keluhan ke WTO mengenai subsidi AS untuk kendaraan listrik, dengan klaim bahwa aturan tersebut bersifat diskriminatif. Pemerintah Biden telah memberlakukan batasan yang membuat kendaraan dengan komponen baterai atau bahan mentah dari "entitas asing yang menjadi perhatian" tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit pajak pembelian hingga USD7.500.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









