AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan deflasi yang berlangsung selama empat bulan berturut-turut sepanjang tahun 2024 terutama disebabkan oleh melimpahnya pasokan barang. Di mana BPS mencatat di bulan Agustus 2024, terjadi deflasi bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,03%.
Sementara dalam laporan tersebut, BPS mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 2,12% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di angka 106,06. Mengenai potensi pelemahan daya beli masyarakat, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan perlunya kajian lebih mendalam.
"Deflasi selama empat bulan ini lebih dipengaruhi oleh sisi penawaran (supply). Jika ada dampak pada pendapatan masyarakat, kita perlu melakukan kajian lebih lanjut untuk memvalidasi asumsi tersebut," ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini saat konferensi pers bersama media di Jakarta, Senin (2/9/2024).
Baca Juga: Deflasi Mei-Juli Pertanda Melemahnya Daya Beli?
Lebih lanjut Pudji menjelaskan bahwa tren deflasi ini juga didorong oleh penurunan harga pangan seperti produk hortikultura dan peternakan, yang terjadi karena biaya produksi yang menurun sehingga harga akhir di tingkat konsumen ikut turun. Faktor lainnya adalah musim panen raya yang meningkatkan pasokan dan menurunkan harga.
"Kondisi ini juga disebabkan oleh adanya panen raya, sehingga pasokan melimpah dan harga pun turun," jelas Pudji.
Pudji juga menyebutkan bahwa fenomena deflasi selama empat bulan berturut-turut ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Setelah krisis finansial Asia pada tahun 1997, Indonesia pernah mengalami deflasi selama tujuh bulan berturut-turut dari Maret 1999 hingga September 1999, yang lebih banyak disebabkan oleh depresiasi nilai tukar dan penurunan harga beberapa jenis barang.
Periode deflasi lainnya terjadi dari Desember 2008 hingga Januari 2009 selama krisis finansial global, di mana deflasi disebabkan oleh penurunan harga minyak dunia dan melemahnya permintaan domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







