AKURAT.CO Sejumlah ekonom memberikan masukan konstruktif soal nomenklatur kementerian dan lembaga (K/L) pemerintahan Prabowo yang rencananya akan diperbanyak menjadi 44 K/L/ badan.
Menurut Ekonom Bright Institute, Muhammad Andri Perdana mengatakan pembentukan tersebut selama perkembangan akan membutuhkan perhatian lebih. Menurutnya, K/L yang menangani urusan ekonomi, dan keseluruhan K/L secara keseluruhan, seharusnya dibuat lebih ramping karena sudah terlalu banyak tupoksi yang bersinggungan dan sarat kepentingan.
"Pembentukan kementerian dan lembaga baru bisa dipastikan akan semakin menambah pemborosan dan kenaikan anggaran belanja pegawai. Selain belanja pembayaran bunga utang, belanja pegawai sebenarnya juga merupakan belanja pemerintah pusat yang selama ini perkembangannya perlu perhatian lebih," paparnya saat dihubungi Akurat.co, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga: Catatan Kritis di Balik Kabar 44 Kementerian Prabowo
Belanja pemerintah pusat selalu menjadi isu krusial dalam setiap penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Andri menegaskan, pada 2024, belanja pegawai pemerintah mencapai angka mencengangkan Rp484,4 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









