Daya Beli Kelas Menengah Melempem, Kredit ke UMKM Perlu Digenjot

AKURAT.CO Penguatan akses pendanaan bagi UMKM menjadi salah satu solusi bagi fenomena pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah. Pasalnya, jika UMKM tumbuh, pendapatan masyarakat juga tumbuh seiring berputarnya perekonomian.
Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, peningkatan akses kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia menjadi salah satu hal terpenting yang mesti dilakukan pemerinyah. Menurutnya, selama ini penyerapan kredit oleh sektor UMKM masih relatif rendah, yaitu sekitar 20%, padahal potensi pertumbuhannya masih sangat besar.
"Target utama kelompok masyarakat pengusaha terutama UMKM. Selama ini serapan kredit dari UMKM hanya sekitar 20%," ujar Esther saat dihubungi Akurat.co, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga: Daya Beli Kelas Menengah Melemah, Pemerintah Bisa Lakukan Ini
Ia menjelaskan bahwa meningkatkan akses kredit bagi UMKM sangat penting agar mereka bisa berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Dengan mendapatkan dukungan keuangan yang lebih baik, UMKM dapat memperluas skala usaha mereka, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Esther juga menekankan bahwa UMKM memiliki peran krusial dalam menopang perekonomian Indonesia, terutama di tengah situasi ekonomi yang penuh tantangan. Untuk itu, peningkatan akses kredit, baik melalui perbankan maupun lembaga keuangan lainnya, menjadi salah satu langkah penting agar UMKM dapat terus bertumbuh dan bertransformasi menjadi usaha yang lebih besar dan kompetitif di pasar global.
Diharapkan, pemerintah dan sektor perbankan dapat bekerja sama untuk menciptakan kebijakan yang mendukung peningkatan penyaluran kredit kepada UMKM, sehingga mereka dapat lebih mudah mengakses pembiayaan dan mempercepat proses kenaikan kelas usaha mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







