AKURAT.CO Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) terus menunjukkan peran vitalnya dalam mengelola dan mengoptimalkan aset-aset negara.
Dalam laporan terbaru, Direktur Pengembangan dan Pendayagunaan LMAN, Candra Giri Artanto, mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari aset kelolaan LMAN mencapai angka yang signifikan, yaitu Rp3,245 triliun.
Candra Giri memaparkan bahwa pendapatan tersebut berasal dari berbagai tugas dan fungsi LMAN, seperti advisory, optimalisasi aset, serta pengelolaan keuangan. "PNBP dari tugas advisory mencapai Rp1,3 juta, sementara dari optimalisasi aset tercatat sebesar Rp690,3 juta, dan pengelolaan treasury menghasilkan Rp2,533 triliun," ungkapnya, Senin (7/10/2024).
Baca Juga: Pendanaan Lahan PSN oleh LMAN Capai Rp10,57 Triliun di 2024
Meskipun telah berhasil mengumpulkan PNBP dalam jumlah besar, Candra Giri menekankan bahwa pengelolaan aset bukan tanpa tantangan. Dari 310 aset yang dikelola, hanya 126 aset yang sudah teroptimalisasi, sedangkan sisanya masih dalam proses.
Proses optimalisasi aset ini mencakup berbagai upaya, mulai dari membebaskan aset dari pihak yang tidak bertanggung jawab hingga menyelesaikan tunggakan seperti listrik, air, dan pajak. LMAN juga bekerja sama dengan instansi lain seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membereskan masalah-masalah yang ada.
Selain PNBP, LMAN juga mencatat manfaat non-finansial sebesar Rp72,6 miliar yang dihasilkan dari pemanfaatan aset-aset negara untuk kepentingan publik. Contohnya, LMAN memberikan pinjam pakai aset berupa rumah sakit di Aceh kepada pemerintah daerah, yang meskipun tidak memberikan pemasukan PNBP, namun berhasil mengurangi angka kematian ibu saat melahirkan.
"Ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat. Misalnya, rumah sakit yang dikelola bersama Pemda di Lhok Sumawe kini menjadi rujukan jantung untuk wilayah Sumatera bagian utara," kata Candra Giri.
LMAN juga mengembangkan platform digital bernama ASEA (Aset Indonesia), yang diluncurkan pada 2023. Platform ini memungkinkan masyarakat untuk memanfaatkan aset-aset negara dengan mudah, mirip seperti berbelanja di e-commerce.
Candra Giri optimis bahwa melalui ASEA, LMAN bisa memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat, baik dari sisi kemudahan akses maupun dari segi keamanan aset-aset negara. "Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari aset negara ini, karena barang milik negara adalah milik kita semua sebagai warga Indonesia," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










