Atasi Backlog, China Gandakan Kuota Pinjaman Properti ke Rp8,72 Kuadriliun
Demi Ermansyah | 18 Oktober 2024, 15:48 WIB

AKURAT.CO China akan menggandakan kuota pinjaman untuk proyek properti yang terdaftar dalam "daftar putih" menjadi CNY4 triliun (sekitar Rp8.720 triliun) untuk menyelesaikan pembangunan rumah yang tertunda dan mengatasi penurunan di sektor real estat.
Pemerintah meningkatkan kuota pinjaman dari CNY2,23 triliun yang telah disalurkan hingga 16 Oktober, sebagai bagian dari kebijakan yang diumumkan Menteri Perumahan Ni Hong dalam konferensi pers pada 17 Oktober 2024.
Namun, langkah-langkah ini tidak sesuai dengan harapan pasar, menyebabkan saham properti di Hong Kong turun lebih dari 8%, meskipun saham-saham China sebelumnya sempat naik. "Pembuat kebijakan mengambil pendekatan yang lebih pragmatis terhadap sektor properti," kata Bruce Pang, kepala ekonom untuk Greater China di Jones Lang LaSalle Inc melalui lansiran Bloomberg.
Pang menambahkan bahwa sektor properti di masa mendatang akan berfungsi sebagai penstabil, bukan penggerak atau penghambat pertumbuhan ekonomi. Program "daftar putih" adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penyelesaian rumah yang belum dibangun dan mencegah boikot KPR yang meluas. Nomura Holdings Inc memperkirakan sekitar 48 juta unit rumah yang telah terjual tetapi belum dibangun akan membutuhkan pendanaan sebesar 3 triliun yuan dari pemerintah pusat.
Ni Hong mengatakan pasar perumahan China sedang mendekati titik terendah dan pemerintah optimis sektor real estat akan pulih. China juga mempertimbangkan untuk mengizinkan bank memberikan pinjaman untuk membeli tanah kosong serta meningkatkan bantuan perumahan bagi keluarga dengan dua anak atau lebih. Pemerintah juga akan merenovasi 1 juta rumah di kawasan tua dan kumuh di kota besar, meskipun proyek ini lebih kecil dibandingkan inisiatif serupa pada 2016-2018.
Raymond Cheng, kepala riset properti di CGS International Securities Hong Kong, menyebut pasar kecewa karena tidak ada rincian mengenai obligasi khusus untuk membeli unit yang tidak terjual. Pengumuman ini mengikuti serangkaian kebijakan sebelumnya untuk mendukung ekonomi China agar mencapai target pertumbuhan 5% tahun ini. Pada akhir September, China meluncurkan paket dukungan sektor properti termasuk pemangkasan biaya pinjaman hipotek dan pelonggaran aturan pembelian rumah kedua.
Deputi Gubernur People’s Bank of China (PBoC), Tao Ling, menyatakan sekitar 50 juta rumah tangga akan menghemat biaya hipotek sebesar CNY150 miliar dengan kebijakan tersebut. Selain itu, China telah menyediakan 1,48 juta unit rumah umum hingga akhir September untuk memenuhi kebutuhan perumahan 4,5 juta kaum muda.
Kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai telah memperluas kelayakan pembelian properti, sementara kota-kota kecil seperti Tianjin dan Chengdu menghapus semua pembatasan pembelian rumah baru.
Ni Hong mengatakan pasar perumahan China sedang mendekati titik terendah dan pemerintah optimis sektor real estat akan pulih. China juga mempertimbangkan untuk mengizinkan bank memberikan pinjaman untuk membeli tanah kosong serta meningkatkan bantuan perumahan bagi keluarga dengan dua anak atau lebih. Pemerintah juga akan merenovasi 1 juta rumah di kawasan tua dan kumuh di kota besar, meskipun proyek ini lebih kecil dibandingkan inisiatif serupa pada 2016-2018.
Raymond Cheng, kepala riset properti di CGS International Securities Hong Kong, menyebut pasar kecewa karena tidak ada rincian mengenai obligasi khusus untuk membeli unit yang tidak terjual. Pengumuman ini mengikuti serangkaian kebijakan sebelumnya untuk mendukung ekonomi China agar mencapai target pertumbuhan 5% tahun ini. Pada akhir September, China meluncurkan paket dukungan sektor properti termasuk pemangkasan biaya pinjaman hipotek dan pelonggaran aturan pembelian rumah kedua.
Deputi Gubernur People’s Bank of China (PBoC), Tao Ling, menyatakan sekitar 50 juta rumah tangga akan menghemat biaya hipotek sebesar CNY150 miliar dengan kebijakan tersebut. Selain itu, China telah menyediakan 1,48 juta unit rumah umum hingga akhir September untuk memenuhi kebutuhan perumahan 4,5 juta kaum muda.
Kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai telah memperluas kelayakan pembelian properti, sementara kota-kota kecil seperti Tianjin dan Chengdu menghapus semua pembatasan pembelian rumah baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










