Ada Potensi Tambahan Penerimaan Rp660 Triliun, Ekonom: Butuh Penegakan Hukum Yang Kuat

AKURAT.CO Ekonom mengapresiasi rencana Presiden Prabowo menggenjot potensi tambahan penerimaan negara Rp660 triliun.
Vice President PT Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menyatakan bahwa peningkatan pendapatan negara diperlukan untuk mendanai berbagai program yang telah direncanakan Prabowo, termasuk peningkatan belanja pemerintah sebagai pendorong Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
"Langkah-langkah di atas akan memberikan dampak besar bagi penerimaan negara. Namun, untuk menarik tambahan Rp660 triliun lewat kebijakan pajak, karbon kredit, pemberantasan ekonomi ilegal, diperlukan penegakan dan kepastian hukum yang kuat,” ujar Wawan saat dihubungi Akurat.co, Jumat (25/10/2024).
Baca Juga: Tim Prabowo Sebut Ada Potensi Tambahan Penerimaan Negara Rp660 Triliun, Ini Rinciannya
Ia menambahkan bahwa pasar modal masih menantikan langkah konkret yang akan diambil pemerintah. "Sebagai pengamat pasar modal, saya sangat menunggu implementasi nyata dari kebijakan ini," tukasnya.
Sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, memaparkan strategi guna memperkuat penerimaan negara dengan potensi tambahan pemasukan sebesar Rp660 triliun.
Strategi ini melibatkan tiga langkah utama, penegakan pajak terhadap pengusaha yang tidak taat pajak, penjualan karbon kredit, serta pemberantasan ekonomi ilegal. Pernyataan ini mendapat sorotan publik dan dianggap sejalan dengan target ambisius Prabowo Subianto untuk meningkatkan rasio pajak hingga 23%.
Hashim mengungkapkan bahwa sektor perkebunan menjadi fokus utama dalam penegakan pajak. Ia menyoroti adanya 25 pengusaha perkebunan yang diketahui belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 15 pengusaha lainnya yang bahkan tidak memiliki rekening bank.
“Ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi prosesnya membutuhkan waktu, sumber daya, dan komitmen yang konsisten,” ujar Hashim.
Selain penegakan pajak, Hashim juga mengungkap potensi karbon kredit sebagai sumber pemasukan baru. Sektor ini dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kas negara, terutama dengan semakin meningkatnya permintaan karbon kredit dalam skala global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









