Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Airlangga: Lebih Baik dari Singapura, Arab Saudi dan Meksiko
Demi Ermansyah | 5 November 2024, 19:56 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimismenya terhadap perekonomian Indonesia yang diproyeksikan mampu tumbuh hingga 5% secara tahunan atau year on year (yoy) di 2024, meskipun kondisi global masih penuh akan tantangan.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa meskipun ketidakpastian global masih berlangsung akibat ketegangan geopolitik dan situasi ekonomi di Amerika Serikat, ekonomi Indonesia menunjukkan stabilitas yang baik pada kuartal III-2024.
"Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 4,95% pada kuartal III-2024 dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy) dengan angka 4,94%. Pertumbuhan ini dinilai sebagai sinyal stabilitas yang tetap terjaga meskipun situasi global menekan sejumlah sektor," paparnya di Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Airlangga: Bisa Tambah Satu hingga Dua Persen Jika ICOR Diperbaiki
Lebih lanjut dirinya menjelaskan meskipun ketidakpastian global yang terus berlanjut, terutama dari ketegangan geopolitik dan dinamika ekonomi AS, masih menjadi tantangan besar yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.
Airlangga juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2024 cenderung lebih lemah dibandingkan kuartal-kuartal lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh siklus tahunan di mana pada kuartal III tidak terdapat hari besar, seperti libur keagamaan atau libur sekolah, yang biasanya mendorong aktivitas konsumsi lebih tinggi.
Di tengah kondisi global yang menantang, Indonesia tetap unggul dalam pertumbuhan ekonomi jika dibandingkan dengan beberapa negara lain. "Jika dibandingkan negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif baik, misalnya Singapura yang hanya tumbuh 4,1 persen, Arab Saudi sebesar 2,8 persen, dan Meksiko 1,5 persen," jelas Airlangga.
Tak hanya itu saja, Airlangga juga meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang untuk mencapai target pertumbuhan 5% pada akhir 2024, didorong oleh sektor konsumsi rumah tangga yang terus menguat serta investasi pada infrastruktur yang berkelanjutan.
"Kami masih berharap ekonomi kita dapat tetap berada di level 5% pada akhir tahun, sesuai target APBN," ujar Airlangga.
Oleh karena itu, tambahnya, pemerintah akan berfokus pada upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta memastikan proyek infrastruktur yang ada mampu menyerap investasi dengan optimal.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah akan terus berhati-hati dalam memantau perkembangan global yang dapat mempengaruhi kondisi domestik. Kestabilan pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut Airlangga, tidak hanya menunjukkan kemampuan adaptasi tetapi juga kepercayaan dari pelaku ekonomi di dalam negeri.
Dengan optimisme ini, pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan APBN 2024, meski tetap waspada terhadap tantangan eksternal yang mungkin timbul di sisa tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










