Nasib The Fed di Bawah Trump, Independensi Atau Intervensi?
Demi Ermansyah | 11 November 2024, 11:32 WIB

AKURAT.CO Sejak terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat pada tahun 2016, Donald Trump telah membawa perubahan signifikan dalam hubungan antara pemerintahan dan bank sentral, khususnya The Federal Reserve (The Fed). Trump, yang dikenal dengan pendekatan "America First"-nya, tak segan-segan melontarkan kritik keras terhadap kebijakan moneter The Fed.
Hal ini menciptakan ketegangan dalam hubungan antara cabang eksekutif pemerintahan dan otoritas moneter yang selama ini dijaga independensinya. Dimana Trump sering mengkritik keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga, dengan alasan bahwa kebijakan tersebut akan menghambat pertumbuhan ekonomi AS.
Menurut Trump, suku bunga yang lebih tinggi akan membebani pasar saham dan menghalangi perkembangan ekonomi yang positif. Dalam pandangannya, kebijakan moneter yang lebih longgar dengan suku bunga rendah akan lebih mendukung ekspansi ekonomi dan pasar saham.
Namun, The Fed, di bawah kepemimpinan Jerome Powell, memilih untuk lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan, dengan fokus pada kestabilan harga dan pencegahan inflasi berlebih.
Sikap The Fed ini justru bertujuan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meskipun kadang bertentangan dengan keinginan Trump yang lebih mengutamakan pertumbuhan jangka pendek.
Selain itu, kebijakan ekonomi Trump, yang sering disebut sebagai "Trumpnomics", mengandalkan stimulus fiskal besar-besaran melalui pengurangan pajak dan peningkatan belanja pemerintah. Trump berharap bahwa langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Selain itu, kebijakan ekonomi Trump, yang sering disebut sebagai "Trumpnomics", mengandalkan stimulus fiskal besar-besaran melalui pengurangan pajak dan peningkatan belanja pemerintah. Trump berharap bahwa langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Namun, The Fed tetap berpegang pada prinsip kebijakan moneter yang lebih independen dan tidak bergantung pada pengeluaran pemerintah. Dalam hal ini, Trump merasa bahwa suku bunga yang lebih rendah akan lebih efektif dalam mendorong perekonomian, sementara The Fed tetap berusaha menjaga kestabilan ekonomi dengan kebijakan yang lebih konservatif.
Usai Trump kembali terpilih pada 2024, kebijakan terhadap The Fed kemungkinan akan terus menjadi isu penting. Trump dapat berusaha mengisi posisi di The Fed dengan figur yang lebih sejalan dengan visinya.
Usai Trump kembali terpilih pada 2024, kebijakan terhadap The Fed kemungkinan akan terus menjadi isu penting. Trump dapat berusaha mengisi posisi di The Fed dengan figur yang lebih sejalan dengan visinya.
Hal ini berpotensi mengubah arah kebijakan moneter bank sentral, yang mungkin lebih fokus pada dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi jangka pendek, dengan sedikit perhatian terhadap risiko inflasi atau ketidakstabilan ekonomi jangka panjang. Tekanan terhadap The Fed untuk mempertahankan suku bunga rendah akan semakin kuat, meskipun hal tersebut bisa menambah tantangan dalam menjaga kestabilan ekonomi AS.
Namun, dampak dari kebijakan The Fed di bawah pengaruh Trump tidak hanya dirasakan di dalam negeri. Keputusan yang diambil oleh The Fed, khususnya terkait suku bunga, juga mempengaruhi ekonomi global. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, kebijakan moneter AS memiliki dampak besar pada likuiditas global, pasar saham, dan nilai tukar mata uang internasional.
Namun, dampak dari kebijakan The Fed di bawah pengaruh Trump tidak hanya dirasakan di dalam negeri. Keputusan yang diambil oleh The Fed, khususnya terkait suku bunga, juga mempengaruhi ekonomi global. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia, kebijakan moneter AS memiliki dampak besar pada likuiditas global, pasar saham, dan nilai tukar mata uang internasional.
Di tengah ketidakpastian global, termasuk potensi perang dagang yang melibatkan AS dan negara besar seperti China, kebijakan The Fed akan semakin menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi domestik dan mempertahankan stabilitas ekonomi global.
Independensi The Fed selalu menjadi prinsip yang dijaga dengan ketat, namun kebijakan Trump yang sering kali bertentangan dengan arah kebijakan bank sentral menciptakan ketegangan yang sulit dihindari.
Independensi The Fed selalu menjadi prinsip yang dijaga dengan ketat, namun kebijakan Trump yang sering kali bertentangan dengan arah kebijakan bank sentral menciptakan ketegangan yang sulit dihindari.
Trump berusaha keras untuk mempengaruhi The Fed, meskipun bank sentral tetap berpegang pada prinsip-prinsip dasar kebijakan moneter. Jika Trump kembali berkuasa pada 2024, masa depan The Fed akan menghadapi tantangan berat dalam menjaga kredibilitasnya sebagai lembaga yang membuat keputusan berdasarkan analisis ekonomi, bukan tekanan politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










