Akurat
Pemprov Sumsel

Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, PermataBank Kembali Gelar Wealth Wisdom 2024

Hefriday | 18 November 2024, 16:50 WIB
Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, PermataBank Kembali Gelar Wealth Wisdom 2024

AKURAT.CO Indonesia kini memasuki era baru setelah dilantiknya Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Di tengah ambisi besar ini, perekonomian Indonesia menunjukkan tantangan yang cukup signifikan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,12% (month-to-month/mtm) pada September 2024. Meskipun menunjukkan stabilitas, dinamika ekonomi yang terjadi mengindikasikan perlunya pengelolaan keuangan yang lebih cermat oleh masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan datang dari Permata Bank.

Melalui acara tahunan unggulannya, Wealth Wisdom 2024, PermataBank kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Bertajuk "Redefining Wealth Growth", acara ini menjadi program yang telah memasuki tahun ke-10 dan terus mendapat respons positif dari masyarakat.

Baca Juga: Gandeng BNPT, OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan

Menurut Direktur Consumer Banking Permata Bank, Djumariah Tenteram, Wealth Wisdom 2024 tidak hanya berfokus pada aspek materiil, tetapi juga kesejahteraan holistik. “Tahun ini, kami masih bersemangat memberikan literasi keuangan untuk masyarakat, khususnya untuk mengelola kekayaan secara lebih efektif," ungkap Djumariah, Senin (18/11/2024).

Ditambahkan, acara ini juga dirancang untuk membantu masyarakat memahami tantangan sekaligus peluang dari dinamika ekonomi dan politik, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,06 pada Agustus 2024 menjadi 105,93 pada September 2024 menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya stabilitas. Namun, inflasi tahunan yang tercatat sebesar 1,84% (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 0,74% (year-to-date/ytd) tetap menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh masyarakat. Dalam konteks ini, strategi keuangan yang bijaksana menjadi kunci untuk menghadapi dampak inflasi.

Menghadapi situasi ekonomi yang fluktuatif, Djumariah menyarankan masyarakat untuk meninjau ulang anggaran bulanan mereka. “Tinjau kembali anggaran bulanan Anda dan prioritaskan kebutuhan utama, seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan. Identifikasi pengeluaran yang dapat dipangkas atau ditunda,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya fokus pada pengeluaran yang memberikan nilai jangka panjang, terutama dalam kondisi harga barang yang terus meningkat.

Djumariah juga mengingatkan untuk menghindari pembelian impulsif di tengah tekanan inflasi. Dengan harga barang yang cenderung naik, menahan diri dari pembelian yang tidak diperlukan dapat membantu menjaga daya beli. “Hindari pembelian impulsif. Fokus pada pengeluaran yang memberikan nilai jangka panjang,” tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa