Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat, PermataBank Kembali Gelar Wealth Wisdom 2024

AKURAT.CO Indonesia kini memasuki era baru setelah dilantiknya Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Di tengah ambisi besar ini, perekonomian Indonesia menunjukkan tantangan yang cukup signifikan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya deflasi sebesar 0,12% (month-to-month/mtm) pada September 2024. Meskipun menunjukkan stabilitas, dinamika ekonomi yang terjadi mengindikasikan perlunya pengelolaan keuangan yang lebih cermat oleh masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola keuangan datang dari Permata Bank.
Melalui acara tahunan unggulannya, Wealth Wisdom 2024, PermataBank kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Bertajuk "Redefining Wealth Growth", acara ini menjadi program yang telah memasuki tahun ke-10 dan terus mendapat respons positif dari masyarakat.
Baca Juga: Gandeng BNPT, OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Perempuan
Menurut Direktur Consumer Banking Permata Bank, Djumariah Tenteram, Wealth Wisdom 2024 tidak hanya berfokus pada aspek materiil, tetapi juga kesejahteraan holistik. “Tahun ini, kami masih bersemangat memberikan literasi keuangan untuk masyarakat, khususnya untuk mengelola kekayaan secara lebih efektif," ungkap Djumariah, Senin (18/11/2024).
Ditambahkan, acara ini juga dirancang untuk membantu masyarakat memahami tantangan sekaligus peluang dari dinamika ekonomi dan politik, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,06 pada Agustus 2024 menjadi 105,93 pada September 2024 menjadi salah satu indikator yang menunjukkan adanya stabilitas. Namun, inflasi tahunan yang tercatat sebesar 1,84% (year-on-year/yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 0,74% (year-to-date/ytd) tetap menjadi tantangan yang perlu diantisipasi oleh masyarakat. Dalam konteks ini, strategi keuangan yang bijaksana menjadi kunci untuk menghadapi dampak inflasi.
Menghadapi situasi ekonomi yang fluktuatif, Djumariah menyarankan masyarakat untuk meninjau ulang anggaran bulanan mereka. “Tinjau kembali anggaran bulanan Anda dan prioritaskan kebutuhan utama, seperti makanan, tempat tinggal, dan kesehatan. Identifikasi pengeluaran yang dapat dipangkas atau ditunda,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya fokus pada pengeluaran yang memberikan nilai jangka panjang, terutama dalam kondisi harga barang yang terus meningkat.
Djumariah juga mengingatkan untuk menghindari pembelian impulsif di tengah tekanan inflasi. Dengan harga barang yang cenderung naik, menahan diri dari pembelian yang tidak diperlukan dapat membantu menjaga daya beli. “Hindari pembelian impulsif. Fokus pada pengeluaran yang memberikan nilai jangka panjang,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









