Trump Tunjuk Andrew Ferguson Jadi Ketua Komisi Perdagangan Federal AS

AKURAT.CO Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump resmi menunjuk Andrew Ferguson selaku anggota Partai Republik di Komisi Perdagangan Federal AS (FTC), sebagai ketua baru FTC. Dimana posisi ketua tersebut sebelumnya dijabat oleh Lina Khan.
"Andrew punya rekam jejak solid dalam melawan sensor dari perusahaan teknologi besar dan menjaga kebebasan berbicara di negara kita, dia akan menjadi Ketua FTC yang paling mendahulukan kepentingan Amerika dan mendorong inovasi sepanjang sejarah kita," ujar Trump melalui lansiran Reuters, dikutip Kamis (12/12/2024).
Diketahui, Ferguson merupakan salah satu dari dua anggota Partai Republik di FTC yang beranggotakan lima orang, dirinya mulai bertugas di lembaga tersebut sejak April lalu. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Jaksa Agung Virginia, di mana ia terlibat dalam berbagai gugatan penting yang mewakili negara bagian.
Sebagai komisioner FTC, Ferguson kerap menentang kebijakan yang diinisiasi Lina Khan, seperti aturan larangan klausul non-kompetisi dalam kontrak kerja dan regulasi yang mempermudah pembatalan langganan.
FTC sendiri adalah lembaga utama yang menangani hukum persaingan dan kebijakan anti monopoli, bekerja sama dengan divisi antimonopoli Departemen Kehakiman. Selain itu, FTC juga menjadi regulator teknologi, mengawasi pelanggaran privasi digital, iklan menipu, dan berbagai praktik curang lainnya.
Baca Juga: Diancam Trump Usai Dedolarisasi, Bos Bank Sentral India: Cuma Diversifikasi
Di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden, baik FTC maupun Departemen Kehakiman sering mendapat kritik dari pelaku usaha karena dianggap memperlambat proses merger. Namun, pendekatan tegas Lina Khan dan mitranya di Departemen Kehakiman, Jonathan Kanter, terhadap dominasi perusahaan besar mendapat apresiasi dari kalangan progresif seperti Senator Elizabeth Warren, dan juga sebagian konservatif, termasuk Wakil Presiden terpilih JD Vance.
Meski pemerintahan Trump yang baru diprediksi lebih ramah terhadap merger, FTC kemungkinan tetap akan melanjutkan kasus anti monopoli yang melibatkan perusahaan teknologi besar. Beberapa kasus besar seperti gugatan terhadap Google dan Meta diajukan saat pemerintahan Trump sebelumnya. Penyelidikan dari era tersebut juga menghasilkan gugatan terhadap Apple, Amazon, dan Visa.
Dengan Ferguson memimpin, FTC versi Partai Republik kemungkinan akan mengurangi fokus pada aturan-aturan yang menjadi prioritas Khan. Meski begitu, pembatalan kasus era Biden secara drastis tetap dianggap langkah ekstrem yang kecil peluangnya.
Lina Khan, yang menjabat sebagai ketua FTC sejak 2021, dikenal sebagai figur progresif yang lantang. Kini, Ferguson harus menavigasi berbagai kepentingan di Partai Republik, termasuk perbedaan antara regulasi populis yang didukung JD Vance dan pendekatan konservatif pro-bisnis dari kelompok seperti Kamar Dagang AS.
Dalam perkembangan lain, Trump juga memilih Gail Slater, penasihat kebijakan ekonomi untuk Vance, sebagai kepala penegakan antimonopoli di Departemen Kehakiman.
Sebelum kariernya di FTC, Ferguson pernah bekerja sebagai ajudan mantan Pemimpin Minoritas Senator Mitch McConnell, di mana ia menangani proses konfirmasi hakim, termasuk Hakim Agung Amy Coney Barrett. Dia juga memiliki pengalaman dengan senator Republik lainnya seperti Chuck Grassley dan Lindsey Graham.
Ferguson memulai karier hukumnya sebagai asisten hakim untuk Hakim Agung Clarence Thomas setelah menyelesaikan sekolah hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










