AKURAT.CO Korea Selatan tengah menghadapi tantangan berat, tak hanya di sektor ekonomi tetapi juga di ranah politik. Keputusan Presiden Yoon Suk Yeol untuk memberlakukan darurat militer singkat beberapa waktu lalu berujung pada pemakzulannya, memicu ketidakstabilan yang signifikan.
Sehingga memberikan dampak signifikan yakni nilai mata uang won melemah dan tekanan terhadap ekonomi semakin terasa.
Dilansir Bloomberg, Selasa (31/12/2024), langkah darurat militer tersebut menciptakan ketegangan besar, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar internasional. Mata uang won yang sudah dalam posisi tertekan akibat pelemahan global, semakin jatuh karena kekhawatiran terhadap stabilitas pemerintahan.
"Gejolak politik ini menciptakan ketidakpastian yang berdampak langsung pada inflasi dan sentimen pasar," ucap Analis Shinhan Investment, Ahn Jae-kyun.
Baca Juga: Buruh Korsel Demo Mogok Kerja Tuntut Presiden Yoon Suk Yeol Mundur, Imbas Darurat Militer
Tidak hanya itu, lanjutnya, pemberlakuan masa berkabung nasional selama sepekan oleh Penjabat Presiden Choi Sang-mok, setelah tragedi kecelakaan pesawat yang menewaskan 179 orang, turut membebani sentimen konsumen. Dalam situasi seperti ini, masyarakat cenderung menahan belanja karena ketidakpastian masa depan.
Sebelumnya, Gubernur Bank of Korea (BoK), Rhee Chang-yong, mengungkapkan bahwa ekonomi Korea Selatan kemungkinan tidak akan tumbuh 1,9% seperti proyeksi sebelumnya. "Faktor politik telah memengaruhi berbagai aspek ekonomi, termasuk konsumsi dan investasi," ujarnya.
Para ekonom memandang bahwa kebijakan moneter lebih lanjut akan sulit dilakukan jika ketidakstabilan politik terus berlanjut. Meski ada wacana untuk menurunkan suku bunga demi mendorong ekonomi, ketidakpastian politik menjadi penghalang utama.
Langkah selanjutnya dari pemerintah dan BoK akan sangat menentukan. Stabilitas politik menjadi kunci agar sektor ekonomi dapat kembali bangkit dari tekanan ini. Jika tidak, ekonomi Korea Selatan akan terus berada dalam pusaran ketidakpastian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









