AKURAT.CO Greenland kini berada di tengah panggung geopolitik dunia. Lokasinya yang strategis antara Kutub Utara dan Atlantik Utara, serta cadangan mineral yang melimpah, menjadikannya incaran berbagai kekuatan global, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan China.
Presiden terpilih AS, Donald Trump, kembali mengungkapkan minatnya untuk membeli Greenland bulan lalu, menyebut wilayah itu sebagai "kebutuhan mutlak" bagi keamanan nasional AS. Namun, Perdana Menteri Greenland, Múte B. Egede, dengan tegas menolak ide tersebut.
"Greenland adalah milik rakyat Greenland. Masa depan kami adalah hak kami sendiri," tulis Egede melalui lansiran Bloomberg, Selasa (7/1/2025).
Baca Juga: Trump Tawar Greenland, PM Denmark Berang
Egede, yang dikenal sebagai pendukung kuat kemerdekaan Greenland, juga menyoroti pentingnya kerja sama internasional. Dalam pidato Tahun Baru pada 1 Januari 2025, ia menekankan bahwa hubungan perdagangan Greenland harus dilakukan langsung dengan negara-negara tetangga, tanpa selalu melalui Denmark.
Langkah menuju kemerdekaan Greenland sebenarnya sudah dimulai sejak 2023, ketika pemerintahnya menyusun draf konstitusi untuk menjadi negara merdeka. Mereka juga memperkenalkan peta kebijakan luar negeri dan pertahanan yang menekankan hubungan lebih erat dengan Amerika Utara.
Di sisi lain, kehadiran Donald Trump Jr. di Greenland pada Selasa menjadi sorotan. Meski ia menyebut kunjungannya bersifat pribadi, spekulasi bahwa kedatangannya terkait dengan rencana pembelian Greenland tidak dapat dihindari. Apalagi, Donald Trump menyatakan dukungannya secara terbuka di media sosial.
Sementara itu, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menegaskan bahwa meski Denmark terbuka untuk investasi AS di Greenland, pembelian wilayah itu bukanlah opsi yang dapat dipertimbangkan.
Frederiksen juga tidak memberikan komentar langsung mengenai aspirasi kemerdekaan Greenland, tetapi menyebut bahwa keputusan tersebut sepenuhnya ada di tangan rakyat Greenland.
Dengan posisinya yang strategis dan sumber daya yang melimpah, Greenland tampaknya akan terus menjadi pusat perhatian dunia. Namun, bagi rakyatnya, masa depan mereka tetap menjadi prioritas utama, apakah tetap menjadi bagian dari Denmark atau bergerak menuju kemerdekaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









