Genjot Pendapatan dari Aktivitas Impor, Trump Bakal Bentuk ERS

AKURAT.CO Presiden terpilih AS, Donald Trump, kembali memantik perhatian dengan janji ambisinya membentuk External Revenue Service (ERS).
Dimana badan baru ini nantinya direncanakan untuk mengelola dan memungut tarif impor asing, sekaligus menjadi alat untuk mendatangkan lebih banyak pendapatan negara dari perdagangan internasional.
"Saya akan mendirikan External Revenue Service untuk memungut tarif, bea masuk, dan semua pendapatan dari perdagangan luar negeri. Mereka yang selama ini menikmati keuntungan dari perdagangan kita akan mulai membayar bagian yang adil," ucap Trump melalui lansiran Reuters, Kamis (16/1/2025).
Baca Juga: Normalisasi Dolar AS Jelang Laporan Data Inflasi
Tarif ini, menurutnya, juga bertujuan untuk mendukung pengembalian pekerjaan manufaktur ke AS dan mengimbangi defisit perdagangan yang terus meningkat.
Apa Itu External Revenue Service?
ERS dirancang untuk mengambil alih tugas pengumpulan tarif yang saat ini dipegang oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP).
Sejak era Alexander Hamilton, CBP telah mengelola dokumen perdagangan, melakukan audit, dan memungut bea masuk.
Jika ERS terbentuk, badan ini akan menjadi wajah baru pengelolaan pendapatan tarif impor. Meski demikian, skeptisisme muncul dari berbagai pihak.
Pengumpulan tarif memang bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi AS, tetapi analis memperingatkan bahwa mayoritas tarif sebenarnya dibayar oleh konsumen domestik.
Ernie Tedeschi, pakar dari Yale University Budget Lab, menilai bahwa pembentukan ERS membutuhkan persetujuan Kongres, sehingga prosesnya tidak akan mudah.
Selama kampanye, Trump menjanjikan tarif minimum 10% hingga 20% untuk semua barang impor, dan hingga 60% untuk produk asal China.
Namun, kebijakan ini memiliki risiko. Para ekonom memperingatkan bahwa tarif tinggi dapat meningkatkan harga barang konsumsi, memperburuk inflasi, dan mengurangi daya beli masyarakat.
Meski demikian, Trump dan tim ekonominya dikabarkan tengah membahas strategi untuk menaikkan tarif secara bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









