Trump Ancam Tarif Tinggi Barang Impor Uni Eropa, Picu Kontroversi

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali memicu kontroversi dengan ancaman pengenaan tarif tinggi terhadap barang impor dari Uni Eropa.
Ancaman ini disampaikan dalam pidato virtualnya di forum bergengsi World Economic Forum di Davos, Jumat (24/1/2025).
Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa regulasi dan pajak miliaran dolar yang diterapkan negara-negara Uni Eropa telah merugikan perusahaan teknologi asal Amerika.
Ia menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah sepihak Uni Eropa yang harus segera diatasi.
“Kalau Anda tidak membuat produk Anda di Amerika, itu hak Anda. Tapi, sederhananya, Anda harus membayar tarif. Tarif ini akan mengalirkan ratusan miliar dolar, bahkan triliunan dolar, ke kas negara kami,” ujar Trump, dikutip dari Bloomberg.
Baca Juga: Modal Asing Senilai Rp11,52 Triliun Masuk Pasar Keuangan Indonesia, SBN Jadi Primadona
Ancaman tarif ini dinilai sebagai strategi Trump untuk menekan Uni Eropa agar berkompromi dalam pembicaraan perdagangan yang hingga kini masih menemui jalan buntu.
Trump mengingatkan, jika Uni Eropa tidak segera mengambil langkah konkret, mereka harus siap menghadapi dampak ekonomi berupa pengenaan tarif tinggi.
Selain itu, Trump mendorong negara-negara Eropa untuk meningkatkan pembelian minyak dan gas dari AS sebagai solusi cepat untuk menghindari tarif.
“Satu hal yang dapat mereka lakukan dengan cepat adalah membeli minyak dan gas kita,” katanya kepada wartawan di Gedung Putih.
Ancaman Trump ini memicu perdebatan di kalangan ekonom dan pelaku usaha. Beberapa pihak menganggap kebijakan tersebut sebagai bentuk tekanan yang tidak adil terhadap Uni Eropa.
Namun, bagi Trump, pengenaan tarif ini merupakan langkah untuk melindungi perusahaan teknologi AS, yang menurutnya menjadi tulang punggung ekonomi negaranya.
Baca Juga: Menteri UMKM Dorong Insentif Pajak dan Penghapusan Utang untuk Kebangkitan UMKM
Meski begitu, para ekonom memperingatkan bahwa langkah seperti ini dapat memicu perang dagang baru antara AS dan Uni Eropa, yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global.
Jika ancaman ini benar-benar diwujudkan, negara-negara Eropa kemungkinan besar akan merespons dengan tindakan balasan yang dapat memperburuk hubungan perdagangan kedua belah pihak.
Uni Eropa belum memberikan tanggapan resmi atas ancaman Trump. Namun, para pemimpin Eropa sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk melindungi kepentingan ekonominya dari tekanan eksternal, termasuk dari AS.
Sebagai catatan, ancaman tarif tinggi ini menjadi bagian dari strategi "America First" yang terus dikampanyekan Trump selama masa kepresidenannya.
Kebijakan ini bertujuan memperkuat posisi ekonomi AS, meskipun sering kali memicu kritik dari komunitas internasional.
Dengan ketegangan perdagangan yang kembali memanas, dunia kini menantikan langkah-langkah lanjutan yang akan diambil oleh kedua pihak dalam beberapa pekan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









