Kembangkan Komoditas Strategis, Bappenas Kebut National Dashboard
Hefriday | 10 Februari 2025, 22:28 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) tengah menyempurnakan National Dashboard.
Dasboard ini merupakan sistem data terintegrasi yang bertujuan meningkatkan transparansi dan ketertelusuran rantai pasok komoditas strategis nasional.
Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa National Dashboard akan menjadi alat penting dalam pengelolaan komoditas seperti gula, kopi, kelapa sawit, dan kelapa.
Sistem ini akan menyajikan data real-time mengenai produksi, distribusi, ekspor, serta penggunaan domestik.
"National Dashboard berperan penting dalam mendukung pengembangan komoditas strategis nasional. Konsepnya terus kami matangkan agar lebih efektif," ujar Rachmat dalam pertemuan dengan perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di Jakarta, Senin (10/2/2025).
Dashboard ini dirancang agar sesuai dengan standar internasional, termasuk EU Deforestation Regulation (EUDR), yang mewajibkan produk perkebunan memiliki ketertelusuran jelas untuk menembus pasar Eropa.
Selain itu, sistem ini akan membantu Indonesia dalam perencanaan lahan dan pengelolaan komoditas yang lebih terarah.
Menurut Rachmat, National Dashboard juga mendukung strategi penguatan posisi Indonesia sebagai produsen utama komoditas global, seperti kelapa sawit, karet, kopi, dan kayu, terutama dalam menghadapi tantangan perdagangan internasional.
"Dengan data yang lebih akurat, kita bisa meningkatkan daya saing komoditas nasional dan memperluas akses ke pasar global," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Rachmat menyoroti pentingnya hilirisasi kelapa sawit sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
"Melalui penguatan ekosistem industrialisasi dan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri, hilirisasi sawit diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ungkapnya.
Rachmat menargetkan bahwa hilirisasi sawit dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD0,77 miliar serta menciptakan 6.323 lapangan kerja dalam lima tahun ke depan.
Lebih lanjut, Rachmat mendorong BPDPKS untuk berperan aktif dalam mendukung hilirisasi dengan alokasi dana yang seimbang, termasuk untuk riset dan inovasi.
BPDPKS diharapkan dapat memperkuat dasar ilmiah dalam setiap kebijakan, khususnya dalam pengembangan teknologi rendah karbon dan penelitian bibit unggul.
"Investasi dalam riset sangat penting agar kita bisa meningkatkan daya saing global," katanya.
Bappenas juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan di sektor perkebunan. Menurut Rachmat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam ekonomi hijau.
"Kolaborasi antara Bappenas dan BPDPKS sangat penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







