AKURAT.CO Kebijakan awal Presiden Donald Trump membuat bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), mulai waspada. Dimana mereka khawatir kebijakan perdagangan dan tarif impor yang diterapkan Trump bakal memicu lonjakan inflasi.
Dalam hasil rapat The Fed yang digelar pada 28-29 Januari dan dirilis Rabu (19/2.2025) lalu, para otoritas bank sentral tersebut menyoroti risiko kenaikan inflasi yang lebih besar dibandingkan dengan dampaknya terhadap pasar tenaga kerja.
Alasan utamanya? Perusahaan-perusahaan di AS sudah mulai bersiap menaikkan harga produk mereka. Biaya produksi yang naik akibat tarif impor menjadi alasan utama dibalik rencana ini. Jika harga-harga naik, daya beli masyarakat bisa tertekan, dan inflasi pun bisa meroket.
Selain itu, belanja rumah tangga yang lebih tinggi dari perkiraan juga bisa mempercepat laju inflasi. Dengan banyaknya faktor ini, The Fed melihat adanya risiko yang tidak bisa dianggap remeh.
Meski begitu, mereka masih berharap tekanan harga bisa mereda dalam beberapa bulan ke depan. Tapi, ada faktor lain yang bisa menghambat penurunan inflasi. Salah satunya, perusahaan-perusahaan yang mulai meneruskan kenaikan biaya produksi kepada konsumen.
"Saya sebelumnya memperkirakan 2025 akan menjadi tahun yang stabil, dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi menuju target 2 persen, dan pasar tenaga kerja tetap solid," kata Bostic.
Namun, lanjut Bostic, dengan semua kebijakan baru ini, tingkat kepastian kami menurun. Pihaknya harus menunggu dan melihat bagaimana semuanya berkembang.
Dengan kondisi ini, The Fed kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan ke depan. Jika inflasi terus naik, mereka mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diperkirakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










