Tak Mau Gegabah Pangkas Suku Bunga, The Fed Akui Ekonomi AS Masih Stabil

AKURAT.CO Federal Reserve (The Fed) kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga meskipun tekanan ekonomi global terus berkembang.
Menurut Deputi Gubernur The Fed, Philip Jefferson, menyatakan bahwa ekonomi Amerika Serikat (AS) masih cukup kuat, sehingga para pembuat kebijakan memiliki waktu lebih untuk mengevaluasi data sebelum mengambil langkah selanjutnya.
"Walaupun pemangkasan suku bunga hingga 100 basis poin tahun lalu sudah mendekati level netral, kebijakan moneter masih cenderung ketat," ucapnya dikutip dari laman Reuters. Kamis (20/2/2025).
Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Tunggu Kepastian Kebijakan Trump
Menurutnya, ekonomi AS masih menunjukkan daya tahan yang baik, terutama karena pasar tenaga kerja yang tetap solid dan belanja konsumen yang masih kuat. Oleh karena itu, The Fed lebih memilih untuk menunggu dan melihat perkembangan lebih lanjut daripada gegabah memangkas suku bunga.
Seperti yang diketahui, pada Januari lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya setelah tiga kali pemangkasan di akhir 2024. Beberapa pejabat The Fed mengindikasikan bahwa mereka tidak ingin bertindak tergesa-gesa karena masih menunggu perkembangan inflasi.
Jefferson menekankan bahwa inflasi cenderung bergerak "bergelombang", sehingga membutuhkan pemantauan lebih lanjut sebelum keputusan besar diambil. Hal ini menunjukkan bahwa The Fed ingin memastikan langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.
Baca Juga: The Fed Yakini Inflasi AS Menuju Sasaran 2 Persen
Selain itu, kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump juga menjadi faktor yang diperhitungkan. The Fed masih menunggu kejelasan terkait kebijakan fiskal yang akan diterapkan pemerintah sebelum membuat perubahan signifikan dalam kebijakan moneternya.
Meskipun ekonomi AS masih cukup kuat, Jefferson mengingatkan bahwa ada beberapa risiko yang tetap harus diperhatikan. Salah satunya adalah ketimpangan ekonomi di tingkat rumah tangga, di mana kelompok berpendapatan rendah cenderung lebih rentan terhadap guncangan ekonomi.
Namun secara keseluruhan, The Fed tampaknya masih percaya diri bahwa ekonomi AS masih berada dalam jalur yang stabil. Dengan pendekatan yang hati-hati, mereka berharap kebijakan moneter tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tanpa menimbulkan dampak negatif yang tak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









