Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global, Vietnam Gencarkan Investasi di Teknologi dan Modernisasi Militer

AKURAT.CO Pemerintah Vietnam merespons tekanan global dengan meluncurkan strategi berani yang mencakup percepatan investasi teknologi, energi, dan modernisasi militer.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Nasional pada Senin (5/5/2025) lalu, Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh mengatakan negara akan terus menarik investasi asing di sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) demi menjaga daya saing ekonomi di tengah ancaman tarif tinggi dari Amerika Serikat.
“Selain menjaga pertumbuhan ekonomi, kami juga melihat pentingnya membangun kekuatan di bidang strategis, termasuk pertahanan dan teknologi,” ujar Chinh dikutip dari laman reuters.
Chinh menyebut bahwa Vietnam tengah mempersiapkan pembangunan infrastruktur penting seperti kereta api berkecepatan tinggi dan pembangkit listrik tenaga nuklir.
Baca Juga: Kritik Tarif AS, Warren Buffet Sebut Proteksionisme Bukanlah Senjata Perdagangan
Proyek-proyek ini diharapkan tidak hanya menopang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan efek ganda pada industri domestik dan rantai pasok global.
Di bidang pertahanan, lanjut Chinh, Vietnam akan terus mendorong modernisasi militer dan produksi senjata berteknologi tinggi. Walau tak merinci, dirinya menyebut bahwa pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi militer menjadi prioritas dalam menghadapi dinamika geopolitik yang cepat berubah.
Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai upaya diversifikasi dan penguatan sektor-sektor strategis yang dapat mengurangi ketergantungan pada ekspor tradisional, khususnya ke pasar Amerika Serikat.
Apalagi, negosiasi perdagangan dengan AS tengah berlangsung untuk menghindari tarif hingga 46% yang berpotensi menekan pertumbuhan ekspor.
Baca Juga: Jepang Siapkan Strategi Baru Hadapi Tarif AS, Obligasi AS Jadi Kartu Tawar?
Indeks manajer pembelian manufaktur Vietnam juga mencatat penurunan signifikan pada April, menunjukkan tekanan pada sektor produksi.
"Oleh karena itu, kami juga sedang mengupayakan penurunan suku bunga pinjaman untuk mendukung industri dan dunia usaha," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








