Perkuat Kerja Sama Dagang dan Investasi dengan Amerika Serikat, Kadin Targetkan 200 Ribu Lapangan Kerja Tercipta

AKURAT.CO Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen kuat organisasi yang dipimpinnya dalam mempererat hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut Ia sampaikan usai rangkaian pertemuan strategis yang dilakukan Anindya di Washington D.C., Amerika Serikat.
Dalam salah satu pertemuan penting, Anindya bertemu Chief Negotiator for Southeast Asia dari United States Trade Representative (USTR), Sarah Ellerman. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Kadin telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah lembaga penting di AS, seperti Dairy National Council, Export Council, US Chamber of Commerce, dan U.S. ASEAN Business Council.
Menurut Anindya, kemitraan ini bertujuan memperluas jejaring serta memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan perdagangan global. Anin menekankan pentingnya kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
“Yang penting adalah win-win. Menang untuk Indonesia dan juga untuk Amerika,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Baca Juga: Gandeng Kadin AS, Kadin Indonesia Siap Perkuat Hubungan Dagang dan Investasi Bilateral
Kadin juga menyatakan kesiapan mendukung pemerintah dalam sejumlah kebijakan strategis, termasuk deregulasi, promosi investasi, dan penciptaan lapangan kerja.
Salah satu potensi yang diangkat dalam dialog adalah penguatan posisi Indonesia sebagai negara penghasil mineral berbasis hijau (green base minerals), yang menjadi keunggulan dalam negosiasi internasional.
Dalam kunjungannya ke kantor pusat Nike, Anindya mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut mengekspor sekitar 200 juta pasang sepatu per tahun dari Indonesia. Meski demikian, pangsa ekspor Indonesia ke Nike masih tertinggal dibanding Vietnam.
“Dulu kita setara, 50:50. Sekarang Vietnam sudah 50 persen, Indonesia hanya 6–7 persen,” ungkapnya.
Kadin berupaya mendorong peningkatan produksi dan ekspor sepatu dari Indonesia ke pasar global.
Tak hanya Nike, Kadin juga berdialog dengan perusahaan pemilik merek global lainnya seperti The North Face, Timberland, dan Vans.
Baca Juga: Kadin Usulkan Skema Kemitraan Dagang Preferensial Indonesia-AS untuk Produk Garmen
Menurut Anindya, dialog ini penting karena perusahaan-perusahaan tersebut memiliki akses langsung ke pembuat kebijakan di AS.
“Inilah salah satu misi kami, agar barang dari Indonesia tidak terkena tarif tinggi,” jelasnya.
Anindya juga menyoroti potensi besar kerja sama di sektor pertanian. Dalam pertemuan dengan Foreign Agricultural Services di bawah Departemen Pertanian AS (USDA), Kadin membahas penguatan kerja sama pada komoditas seperti kedelai, kapas, dan produk susu.
Isu produk halal dari AS juga mengemuka dalam diskusi tersebut, dan Kadin berkomitmen menyampaikannya kepada otoritas terkait di Indonesia seperti BPJPH dan Kementerian Pertanian.
Selain komoditas pertanian, Anindya membuka peluang kerja sama dalam pengembangan bioetanol. Ia menyarankan agar AS mengekspor jagung mentah ke Indonesia, alih-alih etanol yang sudah jadi, agar nilai tambah bisa dinikmati di dalam negeri.
“Kita olah sendiri di Indonesia, jadi manfaat ekonominya lebih besar,” ujarnya.
Optimisme Anindya tak berhenti di sana. Ia menargetkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-AS meningkat dua kali lipat, dari sekitar USD40 miliar saat ini menjadi USD80 miliar.
Sektor garmen dan sepatu disebut sebagai kunci utama peningkatan ini, sekaligus menjadi sumber penciptaan hingga 200 ribu lapangan kerja baru.
Dirinya juga menegaskan bahwa tujuan utama Kadin dalam memperluas kerja sama global bukan hanya membuka pasar, tetapi juga membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, serta mendukung program-program nasional.
Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang membutuhkan pasokan protein dari kedelai dan susu.
“Dengan kerja sama ini, program MBG bisa berjalan lebih baik karena akses protein akan lebih terjangkau,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 4Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk









