Malaysia Tegaskan Netralitas Ekonomi di Tengah Persaingan AS-China

AKURAT.CO Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan bahwa negaranya akan tetap menjaga kemandirian dalam kebijakan luar negeri dan ekonomi, meskipun terus mempererat hubungan dengan dua kekuatan global yang tengah bersaing, Amerika Serikat dan China.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam konferensi pers di Putrajaya seraya menanggapi dinamika terkini terkait hubungan dagang dengan Washington serta kemitraan strategis dengan Beijing.
Lebih lanjut PM Anwar menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah berjanji untuk meninjau dengan simpati permintaan Malaysia atas penurunan tarif ekspor yang saat ini berada pada angka 24%.
Baca Juga: Ekonom Sebut Sektor Manufaktur Ini Paling Terdampak Tarif Trump
"Kami sedang berunding agar tarif ekspor Malaysia ke AS dapat diturunkan hingga nol persen. Dan kami senang bahwa AS tidak mempermasalahkan kunjungan Presiden Xi Jinping ke Malaysia baru-baru ini," ujar Anwar.
Sebagai negara yang memiliki hubungan dagang kuat dengan kedua negara adidaya tersebut, Malaysia mencoba memainkan peran strategis sebagai penyeimbang.
Anwar menyatakan bahwa keputusan untuk menerima Presiden Xi Jinping tidak mengganggu hubungan bilateral dengan AS.
“Kami ingin yang terbaik untuk negara kami. Itu berarti menjaga hubungan baik dengan semua pihak tanpa kehilangan arah kebijakan yang independen,” tegasnya.
Baca Juga: Begini Tanggapan The Fed Soal Penurunan Tarif Trump Untuk China
Hubungan dagang Malaysia-AS sempat menegang sejak era Presiden Donald Trump yang menerapkan tarif tinggi terhadap berbagai produk dari Asia. Kini, melalui negosiasi yang sedang berjalan, Washington menuntut Malaysia mengurangi ketidakseimbangan perdagangan dan memastikan bahwa teknologi AS tidak mengalir ke pihak ketiga, termasuk melalui investasi asing.
Anwar menegaskan bahwa setiap kebijakan akan tetap mengedepankan kepentingan nasional dan bersifat transparan. Malaysia tidak akan terjebak dalam kompetisi geopolitik global, namun justru memanfaatkannya untuk memperkuat posisi dalam perekonomian dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








