G7 Soroti Praktik Non-Pasar, Isyaratkan Kekhawatiran atas China

AKURAT.CO Negara-negara Kelompok Tujuh (G7) menyerukan pembentukan arena persaingan ekonomi global yang setara, sembari menyoroti praktik non-pasar yang dinilai merusak stabilitas dan keamanan ekonomi internasional.
Meskipun tidak secara eksplisit menyebut China, komunike akhir mengandung sinyal kuat ke arah negara tersebut.
Dikutip dari laman reuters, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang sepakat pentingnya pendekatan terkoordinasi dalam menangani ketimpangan ekonomi dan praktik yang dinilai tidak transparan.
Baca Juga: Besok, Presiden Prabowo Sambut PM China dengan Upacara Kenegaraan di Istana Jakarta
“Ketegangan soal tarif akan selalu ada. Tapi selalu ada ruang untuk menemukan kesamaan,” ujar Menteri Keuangan Kanada, Francois-Philippe Champagne, dalam konferensi pers penutupan.
Isu utama yang mencuat dalam diskusi selama tiga hari di Banff, Kanada, antara lain mencakup membanjirnya pengiriman internasional bernilai rendah atau yang sering disebut sebagai paket "de minimis" diduga berasal dari peritel China seperti Temu dan Shein.
Praktik tersebut dinilai membebani sistem bea cukai dan rawan disalahgunakan untuk penyelundupan. Gubernur Bank Sentral Kanada, Tiff Macklem, secara terang menyebut praktik dagang tidak adil di China sebagai tantangan nyata dalam menjaga ekosistem ekonomi global.
Meski demikian, komunike menghindari penyebutan langsung terhadap negara mana pun, mencerminkan kompromi politik di antara anggota G7 yang memiliki hubungan dagang berbeda dengan China.
Baca Juga: Ada Kunjungan dari PM China, CFD Jakarta Pekan Ini Ditiadakan
Tahun lalu, pernyataan G7 di Italia masih menegaskan sistem perdagangan bebas berbasis aturan, namun tahun ini terjadi pergeseran dengan penggunaan narasi yang lebih lunak dan generalis.
Menurut sejumlah analis, langkah G7 ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap dampak dominasi ekonomi China, namun juga menunjukkan kehati-hatian diplomatik dalam mengelola ketegangan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









