Keyakinan Konsumen AS Melonjak di Tengah Ancaman Tarif Baru Trump

AKURAT.CO Keyakinan konsumen Amerika Serikat melonjak tajam pada Mei 2025. Lonjakan ini mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja, meski ancaman tarif dari Presiden Donald Trump masih membayangi.
Dikutip dari laman reuters, indeks keyakinan konsumen yang dirilis The Conference Board pada Selasa (25/5/2025) naik 12,3 poin menjadi 98. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dalam empat tahun terakhir dan melampaui seluruh perkiraan ekonom dalam survei.
Kenaikan ini juga terjadi di tengah situasi perdagangan yang masih bergejolak. Meski AS dan China baru saja mencapai kesepakatan untuk mengurangi tarif, Presiden Trump kembali mengancam tarif 50% atas produk dari Uni Eropa.
Baca Juga: Imbas Tarif Trump, ICP April 2025 Turun ke USD65,29 per Barel
Namun demikian, konsumen tetap menunjukkan optimisme terhadap kondisi bisnis dan prospek pendapatan.
Menurut Ekonom senior The Conference Board, Stephanie Guichard, menyebutkan bahwa pemulihan sentimen konsumen sudah terlihat sebelum kesepakatan dagang tercapai, tetapi semakin kuat setelahnya.
"Ancaman tarif masih ada, namun pasar keuangan dan rumah tangga tampaknya mulai beradaptasi, bahkan indeks S&P 500 pun tercatat naik 5,8 persen sepanjang bulan ini," ujar Kepala Ekonom Santander US Capital Markets, Stephen Stanley.
Meningkatnya keyakinan konsumen ini menjadi sinyal penting bahwa rumah tangga AS tetap menjadi pilar pertumbuhan ekonomi. Sebagian besar dari mereka menyatakan niat untuk membeli mobil, rumah, dan peralatan rumah tangga dalam enam bulan ke depan.
Baca Juga: 'Cinta' Amerika pada Mobil Mewah Inggris Terancam Akibat Tarif Trump
Meski begitu, laporan juga menunjukkan ketidakpastian dalam kondisi pasar kerja saat ini. Perbedaan antara jumlah responden yang menilai lapangan kerja melimpah dan yang menganggap sulit mendapat pekerjaan menyempit, mengindikasikan pasar kerja yang mulai melambat.
Kenaikan keyakinan konsumen dan ketahanan pasar keuangan memberi harapan bagi stabilitas ekonomi AS di tengah risiko tarif baru. Namun, tantangan masih mengintai jika tekanan inflasi dan kebijakan perdagangan tidak segera diredakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









