AS-China Intensifkan Negosiasi Ekspor Teknologi di London

AKURAT.CO Putaran pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan China berlanjut hingga Selasa malam waktu setempat, menandakan pentingnya isu-isu strategis yang dibahas kedua negara terkait ekspor teknologi dan industri utama.
Negosiasi ini menjadi sorotan global mengingat pengaruh besar yang dimiliki kedua ekonomi terbesar dunia terhadap pasar keuangan.
Menurut keterangan resmi Departemen Keuangan AS, pembicaraan yang dipimpin Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng memasuki tahap teknis yang cukup kompleks.
Dikutip dari laman bloomberg, diskusi yang dimulai sejak pukul 10.40 pagi waktu setempat itu sempat beristirahat pada sore hari, namun dilanjutkan kembali sekitar pukul 20.00 malam di Lancaster House, bangunan bersejarah di dekat Istana Buckingham.
“Kami akan berusaha menyelesaikan semuanya. Itu tujuannya,” ujar Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick kepada wartawan, seraya menyebutkan bahwa pembicaraan berjalan sangat baik. Ia tidak menutup kemungkinan pembahasan diperpanjang hingga hari berikutnya.
Baca Juga: Rupiah Nanjak 73 Poin ke Rp16.253 di Tengah Eskalasi Perang Dagang AS-China
Pasar keuangan pun merespons secara sensitif. Indeks saham AS sempat menguat setelah pernyataan positif dari delegasi. Pasar obligasi dan valuta asing memantau ketat setiap perkembangan yang berpotensi memengaruhi rantai pasok global.
Perundingan ini berupaya menghidupkan kembali poin-poin kesepakatan yang sebelumnya dibahas di Jenewa, termasuk rencana China membuka lebih luas ekspor tanah jarang ke AS.
Di sisi lain, Washington bersedia mencabut sejumlah pembatasan ekspor teknologi seperti perangkat lunak desain cip, bahan nuklir, hingga suku cadang mesin jet.
Pengamat hubungan internasional dari Atlantic Council, Dexter Roberts, menilai pencabutan aturan oleh AS dapat dipandang sebagai “kemenangan” diplomatik bagi China, mengingat sikap keras yang sebelumnya diambil pemerintahan Trump.
Baca Juga: Komisi XI Pertanyakan Strategi Bea Cukai Tangkal Barang Impor di Tengah Perang Dagang
Pembicaraan ini juga menjadi bagian dari gencatan senjata tarif selama 90 hari yang disepakati kedua negara pada bulan lalu.
Keputusan dan hasil negosiasi ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap stabilitas perdagangan global, terlebih dengan ketegangan geopolitik yang meningkat di kawasan Asia Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








